<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam &#8211; AtlasNews.ID</title>
	<atom:link href="https://atlasnews.id/tag/balai-besar-konservasi-sumber-daya-alam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://atlasnews.id</link>
	<description>Aktual, Kritis Dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Mar 2025 10:45:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://atlasnews.id/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-1-85x85.png</url>
	<title>Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam &#8211; AtlasNews.ID</title>
	<link>https://atlasnews.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Waspada! BBKSDA Sebut Penyebaran Buaya Muara Tersebar Hampir di Seluruh Wilayah NTT</title>
		<link>https://atlasnews.id/daerah/waspada-bbksda-sebut-penyebaran-buaya-muara-tersebar-hampir-di-seluruh-wilayah-ntt/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[AtlasNews.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2025 05:35:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Arief Mahmud]]></category>
		<category><![CDATA[Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam]]></category>
		<category><![CDATA[BBKSDA NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya Muara]]></category>
		<category><![CDATA[Habitat]]></category>
		<category><![CDATA[Serangan Buaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://atlasnews.id/?p=3931</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, AtlasNews &#8211; Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur menyebutkan jika habitat buaya muara tersebar hampir di seluruh wilayah NTT....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><em><strong>Kupang, <a href="http://AtlasNews">AtlasNews</a> &#8211;</strong> </em>Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur menyebutkan jika habitat buaya muara tersebar hampir di seluruh wilayah NTT.</p>
<p dir="ltr">Hal ini disampaikan oleh Kepala BBKSDA NTT, Arief Mahmud usai dikonfirmasi melalui panggilan telepon pada Selasa (18/03/2025).</p>
<p dir="ltr">Menurut Arief Mahmud, buaya muara atau dikenal dengan nama latin Crocodylus Porosus merupakan jenis buaya terbesar di dunia dengan sebaran habitat berada di wilayah muara laut dan rawa yang berada dekat dengan laut.</p>
<p dir="ltr">Buaya ini juga disebut juga dengan istilah buaya air asin, buaya laut dan terkenal agresif serta lebih sering menyerang manusia di sekitar habitatnya.</p>
<p dir="ltr">Dikatakan, untuk penyebaran buaya muara ini telah ada di hampir semua muara di sekitar teluk kupang, Kupang Barat dan salah satu yang sering terjadi penyerangan pada manusia yakni di danau Tuadale.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Penyebaran buaya ini merata di seluruh NTT,  saya kira sudah cukup banyak seperti di taman nasional alam Menipo, Kabupaten Kupang, Malaka, Sumba, Lembata.  Dan ciri khas habitat buaya ini ada di sekitar muara sungai&#8221;, jelasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Korban Serangan Buaya di Kupang Barat Bertambah, Ini Imbauan BBKSDA!</title>
		<link>https://atlasnews.id/daerah/korban-serangan-buaya-di-kupang-barat-bertambah-ini-imbauan-bbksda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[AtlasNews.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2025 04:46:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Arief Mahmud]]></category>
		<category><![CDATA[Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Buaya Muara]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Lifuleo]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Serangan Buaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://atlasnews.id/?p=3927</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, AtlasNews &#8211; Serangan buaya muara di Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, tepat nya di danau Tuadale kini kembali memakan korban. kali...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><em><strong>Kupang, <a href="http://AtlasNews">AtlasNews</a> &#8211;</strong> </em>Serangan buaya muara di Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, tepat nya di danau Tuadale kini kembali memakan korban. kali ini menimpa seorang nelayan bernama Oskar Loluk.</p>
<p dir="ltr">Warga Dusun II, Desa Lifuleo ini mendapat serangan buaya saat melakukan kegiatan menjaring ikan di danau Tuadale.</p>
<p dir="ltr">Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi NTT, Arief Mahmud kepada media ini mengkonfirmasi kejadian tersebut.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Benar, kejadian serangan buaya kembali terjadi di lokasi yang sama yakni di danau Tuadale tadi pagi dan satu korban alami luka di pergelangan tangan kanan&#8221;, ujar Arief Mahmud, lewat panggilan telepon pada Selasa (18/03) pagi.</p>
<p dir="ltr">Pada kesempatan tersebut Arief Mahmud menghimbau agar masyarakat tetap berhati hati saat melakukan aktifitas di sekitar danau Tuadale.</p>
<p dir="ltr">Dikatakan Arief Mahmud, danau Tuadale yang berlokasi di Desa Lifuleo tersebut merupakan lokasi Konservasi dan juga merupakan habitat buaya muara.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Danau Tuadale bukan merupakan lokasi untuk mencari ikan atau berwisata tetapi itu merupakan lokasi Konservasi, dan kami telah memasang papan informasi larangan beraktivitas di sekitar danau&#8221;, ungkapnya.</p>
<p dir="ltr">Ia juga menghimbau masyarakat Desa Lifuleo untuk melakukan kegiatan seperti memancing, menebar jala di luar lokasi danau Tuadale mengingat resiko serangan buaya bisa terjadi kapan saja.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
