<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Guru &#8211; AtlasNews.ID</title>
	<atom:link href="https://atlasnews.id/tag/guru/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://atlasnews.id</link>
	<description>Aktual, Kritis Dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Nov 2025 02:40:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://atlasnews.id/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-1-85x85.png</url>
	<title>Guru &#8211; AtlasNews.ID</title>
	<link>https://atlasnews.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Program PPKL Jasa Raharja: Pengajar SMPN 2 Kupang Dibekali Pengetahuan Keselamatan Lalu Lintas</title>
		<link>https://atlasnews.id/daerah/program-ppkl-jasa-raharja-pengajar-smpn-2-kupang-dibekali-pengetahuan-keselamatan-lalu-lintas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[AtlasNews.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 02:40:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Cegah Kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Jasa Raharja NTT]]></category>
		<category><![CDATA[kegiatan Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan Berlalu Lintas]]></category>
		<category><![CDATA[Pengajar]]></category>
		<category><![CDATA[SMP Negeri 2 Kota Kupang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://atlasnews.id/?p=5461</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, ATN &#8211; Dalam upaya membangun kesadaran keselamatan berlalu lintas sejak usia sekolah, Kantor Wilayah Jasa Raharja NTT menggelar kegiatan Pengajar Peduli Keselamatan Lalu...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Kupang, <a href="http://AtlasNews">ATN</a> &#8211;</strong> </em>Dalam upaya membangun kesadaran <a href="https://atlasnews.id/daerah/edukasi-keselamatan-di-kota-kupang-ppgd-untuk-wajib-pajak-dan-masyarakat/">keselamatan</a> berlalu lintas sejak usia sekolah, Kantor Wilayah Jasa Raharja NTT menggelar kegiatan Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (<a href="https://atlasnews.id/daerah/transformasi-keselamatan-jalan-forum-llaj-provinsi-ntt-bersama-world-bank-bahas-strategi-terpadu/">PPKL</a>) di SMP Negeri 2 Kota Kupang, Rabu(19/11/2025) pagi.</p>
<p>Kegiatan ini merupakan bagian dari program edukatif berkelanjutan yang menyasar guru sebagai agen perubahan budaya tertib lalu lintas dengan menyampaikan pesan keselamatan kepada siswa.</p>
<p>PPKL hadir sebagai bentuk sinergi antara lembaga pendidikan, aparat kepolisian, dan <a href="https://atlasnews.id/daerah/jasa-raharja-hadir-di-rakernis-ditgakkum-2025-dorong-kolaborasi-digital-untuk-layanan-cepat/">Jasa Raharja</a> dalam menanamkan nilai-nilai keselamatan berkendara melalui pendekatan yang komunikatif dan inspiratif.</p>
<p>Dalam kegiatan ini, para guru mendapatkan materi interaktif seputar etika berlalu lintas, pentingnya penggunaan helm, serta peran pengajar dalam menciptakan lingkungan jalan yang aman.</p>
<p>“Melalui PPKL, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab pengemudi, tetapi juga seluruh pengguna jalan, termasuk pelajar,” ujar Naufal Hakim Salim, Mobile Service.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa edukasi sejak dini merupakan investasi jangka panjang dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tuntut Kejelasan Status Honorer, Sejumlah Guru Kode R3 Bertemu Staf Khusus Bupati Kupang</title>
		<link>https://atlasnews.id/daerah/tuntut-kejelasan-status-honorer-sejumlah-guru-kode-r3-bertemu-staf-khusus-bupati-kupang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[AtlasNews.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2025 22:38:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Kepegawaian Negara]]></category>
		<category><![CDATA[bupati kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Honorer]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Kepegawaian]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Siprianus Klau]]></category>
		<category><![CDATA[Staf Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Status]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://atlasnews.id/?p=4754</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, ATN &#8211; Belum tuntasnya penyelesaian status kepegawaian bagi tenaga honorer kategori R2 dan R3 kembali memicu gelombang protes dan ketidakpuasan sejumlah guru di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Kupang, <a href="http://AtlasNews">ATN</a> &#8211;</strong></em> Belum tuntasnya penyelesaian status kepegawaian bagi tenaga <a href="https://atlasnews.id/daerah/buntut-temuan-bpk-ri-honorer-ptt-dprd-kabupaten-kupang-alami-pemotongan-uang-lauk-pauk-3-bulan/">honorer</a> kategori R2 dan R3 kembali memicu gelombang protes dan ketidakpuasan sejumlah guru di Kabupaten Kupang.</p>
<p>Dalam upaya mengejar kepastian nasib para guru yang telah mengabdi hingga belasan tahun, sejumlah <a href="https://atlasnews.id/daerah/kemenpanrb-keluarkan-keputusan-tentang-pppk-paruh-waktu-tenaga-honorer-kode-r2-dan-r3-bakal-diangkat/">honorer</a> kode R3 menggelar audensi bersama staf Bupati Kupang, Siprianus Klau, S.H., pada Senin (07/07/2025)</p>
<p>Puluhan guru <a href="https://atlasnews.id/daerah/berikan-kesempatan-yang-lebih-luas-pemerintah-perpanjang-pendaftaran-seleksi-pppk-tahap-2/">honorer</a> dari berbagai sekolah tingkat SD dan SMP di Kabupaten Kupang itu, juga mendapat kesempatan menyampaikan keluh kesah di hadapan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, Eliazer Teuf, dan Plt. Kepala Dinas BKPSDM, Adi Lona.</p>
<p>Juru bicara forum <a href="https://atlasnews.id/daerah/tunjangan-khusus-guru-untuk-daerah-terpencil-di-kabupaten-kupang-selama-2-tahun-belum-di-bayar/">guru</a> Honorer kode R3 Kabupaten Kupang, Jhon Manek menjelaskan bahwa kehadiran dirinya bersama puluhan guru lainnya untuk menyampaikan keluh kesah mereka langsung di hadapan Pemerintah Kabupaten Kupang.</p>
<p>&#8220;Kami ini adalah guru mata pelajaran yang telah mengajar selama belasan tahun, dan terdata di BKN, mengikuti ujian seleksi PPPK tahap 1 tetapi tidak mendapat formasi. Kami kesini untuk menyampaikan isi hati kami, dan kepastian nasib kami&#8221;, jelasnya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Jhon Manek juga menyampaikan beberapa poin penting tentang ketidakjelasan pembukaan formasi dalam seleksi PPPK tahap 1 yang terkesan merugikan para guru terutama guru mata pelajaran. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anak Lulus PPG, Janda di Kupang Diteror Keluarga Kepala Desa. Ada Apa?</title>
		<link>https://atlasnews.id/daerah/anak-lulus-ppg-janda-di-kupang-diteror-keluarga-kepala-desa-ada-apa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[AtlasNews.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 May 2025 00:23:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tuakau]]></category>
		<category><![CDATA[Diteror]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Janda]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala desa]]></category>
		<category><![CDATA[Media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Profesi Guru]]></category>
		<category><![CDATA[PPG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://atlasnews.id/?p=4372</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, ATN – Seorang janda di Kabupaten Kupang jadi sasaran amarah keluarga Kepala Desa Tuakau, Kecamatan Fatuleu Barat. Damaris Toulasik diteror sejumlah orang yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong><a href="https://atlasnews.id/daerah/pemeriksaan-kesehatan-gratis-di-cfd-kupang-upaya-pt-jasa-raharja-ntt-dukung-keselamatan-lalu-lintas/">Kupang</a>, <a href="http://AtlasNews">ATN</a> –</strong> </em>Seorang <a href="https://atlasnews.id/nasional/bbh-global-flobamora-cabang-kupang-bagi-100-paket-sembako-pada-kaum-lansia/">janda</a> di Kabupaten Kupang jadi sasaran amarah keluarga Kepala Desa Tuakau, Kecamatan Fatuleu Barat.</p>
<p>Damaris Toulasik diteror sejumlah orang yang merupakan kerabat Benyamin Ndun yang merasa tersinggung atas postingan anak korban di media sosial.</p>
<p>Anak Damaris yakni Imelda Fanggidae, guru muda asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kini bertugas sebagai pendidik di Papua, baru saja dinyatakan lulus <a href="https://atlasnews.id/daerah/pelatihan-ppgd-jasa-raharja-bekali-masyarakat-dengan-ilmu-pertolongan-pertama/">Pendidikan Profesi Guru</a> (PPG) tahun 2025.</p>
<p>Peristiwa memilukan itu terjadi pada Minggu malam, 11 Mei 2025. Sejumlah warga, yang diduga kerabat dari <a href="https://atlasnews.id/daerah/kerap-viral-kepala-desa-tuakau-diberhentikan-sementara-lpj-dana-desa-tahun-2024-jadi-batu-sandungan/">Kepala Desa Tuakau</a>, Benyamin Ndun, mendatangi rumah Ibu Damaris dengan emosi meledak-ledak. Nama-nama seperti Alek Ndun, Heni Ndaomanu, Sen Beama, Jus Killa, dan Markus Ndun disebut hadir dan ikut memprovokasi suasana.</p>
<p>Mereka mempersoalkan unggahan Facebook Imelda yang menyebut kekuatan doa ibunya sebagai kunci keberhasilannya. Padahal dalam unggahan itu, tak ada nama siapa pun disebut. “Mw main-main dengan Damaris Toulasik pu do’a, itu yang beda na&#8221;, tulis Imelda dalam postingannya.</p>
<p>Kalimat sederhana yang sarat makna cinta itu justru dianggap sebagai sindiran terhadap kepala desa. Tuduhan yang mengada-ada itu menjadi pemicu intimidasi terhadap Ibu Damaris yang tidak tahu-menahu soal politik atau dinamika desa.</p>
<p>“Mereka datang tanya-tanya, teriak di jalan. Bilang, bapa desa salah apa sampai bisa jatuh karena doa mama saya? Mama sampai bingung, takut, dan hanya bisa menjawab ‘Saya tidak tahu, saya hanya berdoa untuk anak saya&#8221;, cerita Imelda terisak, melalui pesan WhatsApp pada 13 Mei 2025.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
