<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Habel Lobo &#8211; AtlasNews.ID</title>
	<atom:link href="https://atlasnews.id/tag/habel-lobo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://atlasnews.id</link>
	<description>Aktual, Kritis Dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 May 2026 03:29:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://atlasnews.id/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-1-85x85.png</url>
	<title>Habel Lobo &#8211; AtlasNews.ID</title>
	<link>https://atlasnews.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tepis Isu Bisnis, Sesama Pengelola Combine Harvester Berikan Klarifikasi</title>
		<link>https://atlasnews.id/daerah/tepis-isu-bisnis-sesama-pengelola-combine-harvester-berikan-klarifikasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[AtlasNews.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2026 03:29:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[combine harvester]]></category>
		<category><![CDATA[Habel Lobo]]></category>
		<category><![CDATA[Isu]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Kelompok tani]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin pemanen padi]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Semmy Oematan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://atlasnews.id/?p=6531</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, ATN – Menanggapi isu yang beredar luas di kalangan masyarakat mengenai operasional mesin pemanen padi (combine harvester) di Kabupaten Kupang, sesama pengelola alsintan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Kupang, <a href="http://AtlasNews">ATN</a> –</strong></em> Menanggapi isu yang beredar luas di kalangan masyarakat mengenai operasional mesin pemanen <a href="https://atlasnews.id/daerah/panen-padi-di-desa-tunfeu-berhasil-bupati-kupang-puji-para-penyuluh/">padi</a> (<em>combine harvester</em>) di Kabupaten Kupang, sesama pengelola alsintan bantuan akhirnya buka suara.</p>
<p>Isu yang menyebutkan bahwa combine harvester tersebut hanya digunakan untuk kepentingan bisnis <a href="https://atlasnews.id/daerah/absalom-buy-apresiasi-perhatian-bupati-kupang-terhadap-modernisasi-pertanian/">pertanian</a> segelintir orang dibantah keras oleh dua pengelola alsintan combine.</p>
<p>Semmy Oematan, salah satu penerima manfaat bantuan combine menyatakan bahwa pernyataan mengenai penggunaan combine sebagai alat bisnis murni tidaklah benar jika ditujukan secara keseluruhan.</p>
<p>Ia juga yang merupakan ketua <a href="https://atlasnews.id/daerah/kelompok-tani-nunkurus-bisa-panen-di-musim-kemarau-bupati-kupang-saya-bangga/">Kelompok Tani</a> (Poktan) Felistia Desa Tanah Putih juga menjelaskan bahwa penambahan luas lahan di wilayah tersebut, yang mencakup baik lahan basah maupun lahan kering, telah meningkatkan kebutuhan akan alat pertanian.</p>
<p>&#8220;Kalau pernyataan itu untuk keseluruhan Alsintan yang ada, itu tidak betul. Karena sekarang ini memang luasan lahan untuk Kabupaten Kupang, di zamannya Bapak Yos Lede, ada pembukaan lahan-lahan tidur, baik itu lahan basah maupun lahan kering,&#8221; ujar salah satu pengelola combine saat dikonfirmasi, Rabu (20/5/2026).</p>
<p>Semmy menambahkan bahwa meski pemerintah <a href="https://atlasnews.id/daerah/hardiknas-2026-absalom-buy-dorong-pemerintah-benahi-sarpras-dan-kesejahteraan-guru-honorer/">Kabupaten Kupang</a> telah berupaya membantu kelompok tani dengan Alsintan, namun jumlahnya masih sangat terbatas. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
