Kupang, ATN – Momentum Perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 menjadi catatan kritis bagi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kupang.
Sekretaris DPD PSI Kabupaten Kupang, Absalom Buy yang dikonfirmasi AtlasNews, Sabtu (02/05) menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk merevisi dan mengingatkan kembali arah kebijakan pendidikan di daerah.
Dalam pernyataannya, PSI menyoroti tiga poin krusial yang dinilai masih menjadi “pekerjaan rumah” besar pada sektor pendidikan bagi pemerintah Kabupaten Kupang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Darurat Sarana dan Prasarana (Sarpras)
Absalom Buy mengatakan jika PSI menyoroti ketimpangan fasilitas pendidikan yang ada. Meskipun berbagai program telah diupayakan, kenyataan di lapangan menunjukkan masih banyak sekolah yang kekurangan fasilitas penunjang yang layak.
“Kami meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap fasilitas sekolah. Sarana yang memadai adalah fondasi utama agar proses belajar mengajar bisa berjalan efektif,” ujar Sekretaris DPD PSI Kabupaten Kupang.
Namun, program revitalisasi gedung sekolah yang gencar diperjuangkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Kupang sejak awal menjabat saat ini telah mulai terealisasi. Hal ini dinilai telah memberikan harapan bagi kemajuan dunia pendidikan.

Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















