Ia menambahkan bahwa beberapa warga Desa Manusak secara mandiri telah melakukan pengurusan perbaikan data desil ke Dinas Sosial dengan fasilitasi dari pemerintah desa, sehingga data mereka berhasil disesuaikan.
24 Warga Terindikasi Judi Online, Bantuan Terancam Terhambat
Selain masalah desil, Arthur juga menyoroti kendala baru terkait aplikasi data Kementerian yang mencatat indikasi keterlibatan judi online pada akun atau nomor penerima bantuan. Berdasarkan data yang diterimanya, terdapat lebih dari 24 warga yang terindikasi masalah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Arthur menceritakan dua contoh kasus di desanya:
Kasus Pertama: Pasangan suami istri yang dituduh terlibat judi online, namun setelah ditelusuri ternyata tuduhan tersebut tidak terbukti. Pemerintah desa telah memfasilitasi penandatanganan surat pernyataan untuk pengajuan kembali bantuan ke Dinas Sosial.
Kasus Kedua: Seorang istri dan anak yang ditelantarkan oleh suami yang merantau selama 4–5 tahun tanpa komunikasi. Namun, nomor sang suami terdaftar pada aplikasi bansos dan terindikasi aktif judi online. Akibatnya, sang istri yang berjuang sendiri membiayai anak-anaknya terancam tidak bisa menerima bantuan.
“Istrinya tidak tahu apa-apa, sudah bertahun-tahun tidak komunikasi dan harus membiayai anak sekolah sendiri. Tapi karena nomor suaminya yang muncul di aplikasi terindikasi judi online, bantuannya terhambat. Untuk kasus seperti ini, kami tidak bisa sembarangan buat surat pernyataan dan perlu konsultasi langsung,” jelasnya.
Upaya Koordinasi dan Imbauan Proaktif
Pemerintah Desa Manusak berencana melakukan konsultasi langsung dengan Kepala Dinas Sosial dan tim operator guna mencari jalan keluar bagi warga yang terdampak, khususnya bagi keluarga terlanjur ditinggal yang sangat membutuhkan bantuan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















