2 Bibit Siklon Tropis Muncul Disekitar Indonesia, Masyarakat NTT Diminta Waspada!

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 13 Maret 2024 - 10:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 233 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, AtlasNews.ID- Dua (2) Bibit Siklon Tropis muncul sekitar perairan selatan Indonesia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas II El tari Kupang kembali menghimbau masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk waspada terkait adanya dampak cuaca ekstream yang terjadi dan bahaya bencana Hidrometeorologi.

Pantauan media ini,.AtlasNews.id, himbauan tersebut secara resmi dikeluarkan Stasiun Meteorologi Kelas II El tari Kupang lewat akun instagram @infobmkgeltari, Kota Kupang, selasa(12/03/2024) malam.

2 Bibit Siklon Tropis Muncul Disekitar Indonesia, Masyarakat NTT Diminta Waspada!
Foto: Press Release Stasiun Meteorologi Kelas II El tari Kupang lewat akun @infobmkgeltari, adanya Bibit Siklon, himbau masyarakat NTT waspada.

Press Release yang telah dikeluarkan Stasiun Meteorologi Kelas II El tari Kupang dengan nomor : B/ME.02.04/007/KKOE/III/2024 tentang kewaspadaan cuaca ekstream di Nusa Tenggara Timur, pada tanggal 07 Maret 2024 yang berlaku tanggal 08 sampai 14 Maret 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melihat dari dinamika atmosfer terkini maka Stasiun Meteorologi Kelas II El tari Kupang menghimbau masyarakat untuk waspada.

Dikatakan, berdasarkan analisis dinamika atmosfer dan laut, terpantau adanya bibit siklon tropis 91S dan 93P di Samudera Hindia bagian tenggara, barat daya Provinsi Banten.

Potensi bibit siklon tropis 91S dapat menjadi siklon tropis dalam waktu 24 jam kedepan pada kategori sedang dan menjadi monitoring Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Australia.

Dalam pantauan, terdapat area terindikasi bibit siklon tropis di wilayah selatan NTT.

Dijelaskan, dan terpantau juga bibit siklon tropis 93P di teluk Carpentaria sekitar utara benua Australia yang bergerak ke timur-tenggara sehingga membentuk daerah perlambatan, pertemuan, dan belokan angin.

Kondisi tersebut mengakibatkan meningkatnya intensitas curah hujan dan angin kencang di wilayah NTT.

Potensi bibit siklon tropis 93P dapat menjadi siklon tropis dalam waktu 24 jam kedepan pada kategori rendah.

Aktifnya gelombang equatorial rossby dan fenomena madden julian oscillation (MJO) juga menyebabkan NTT berpotensi hujan sedang atau lebat hingga ekstream yang disertai petir dan angin kencang.

Berdasarkan pantauan tersebut, diperkirakan wilayah NTT akan mengalami bencana Hidrometeorologi pada tanggal 13-18 Maret 2024.

Adapun wilayah yang akan terdampak yakni: Kab. Manggarai Barat, Kab. Manggarai, Kab. Manggarai Timur, Kab. Ngada, Kab. Nagekeo, Kab. Ende, Kab. Sikka, Kab. Flores Timur, Kab. Lembata, Kab. Alor, Kab. Belu, Kab. Malaka, Kab. TTU, Kab.TTS, Kab. Kupang, Kota Kupang, Kab. Rote Ndao, Kab. Sabu Raijua, Kab. Sumba Timur, Kab. Sumba Tengah, Kab. Sumba Barat dan Kab. Sumba Barat Daya.

Baca Juga :  Tingkatkan Layanan, Jasa Raharja NTT, Satlantas, dan RSU Siloam Kupang Gelar Edukasi Penanganan Korban Kecelakaan

Pada kesempatan tersebut, Stasiun Meteorologi Kelas II El tari Kupang menghimbau setiap pemerintah daerah, masyarakat, dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap cuaca ekstrem selama sepekan kedepan.

Diharapkan, masyarakat tidak panik dan mengantisipasi dampak cuaca ekstream yang dapat mengakibatkan bencana Hidrometeorologi.

Khusus untuk daerah yang bertopografi curam, bergunung dan tebing patut diwaspadai akan potensi longsor dan banjir bandang pada saat hujan dengan curah tinggi.

Selain itu, himbauan Stasiun Meteorologi Kelas II El tari Kupang kepada masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi dan peringatan dini 3 hari dan peringatan dini melalui sosial media @infobmkgeltari dan layanan informasi cuaca 24 jam di saluran telepon (0380) 881613 atau WhatsApp 0811-3940-4264.

Berita Terkait

CV Sharren Putri Mandiri Luncurkan ‘Kupang Emas’, Beras Premium Pertama Asli Kabupaten Kupang
Perkuat Kolaborasi, Jasa Raharja dan PMI Bangun Ekosistem Penanganan Darurat Kecelakaan Nasional
Sinergi Jasa Raharja dan Satlantas Polres Rote Ndao Luncurkan Program PPKL di SMPN 2 Rote Barat Laut
Jasa Raharja Dorong Integrasi Data Lintas Instansi Guna Dongkrak Kepatuhan Pajak Kendaraan
Sepakat Dobrak Keterbatasan Anggaran, 2 Fraksi DPRD Kabupaten Kupang Setujui Pinjaman Daerah
Beras ‘Kupang Emas’: Simbol Kedaulatan Pangan dan Kebanggaan Baru Warga Kabupaten Kupang
Buka JPW Nekmese Cup II 2026, Bupati Kupang Cari “The Next Star” Lapangan Hijau!
Pembukaan JPW Nekmese Cup II 2026: Wadah Seleksi Pemain Menuju El Tari Memorial Cup

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:55 WITA

CV Sharren Putri Mandiri Luncurkan ‘Kupang Emas’, Beras Premium Pertama Asli Kabupaten Kupang

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:42 WITA

Perkuat Kolaborasi, Jasa Raharja dan PMI Bangun Ekosistem Penanganan Darurat Kecelakaan Nasional

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:38 WITA

Sinergi Jasa Raharja dan Satlantas Polres Rote Ndao Luncurkan Program PPKL di SMPN 2 Rote Barat Laut

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:32 WITA

Jasa Raharja Dorong Integrasi Data Lintas Instansi Guna Dongkrak Kepatuhan Pajak Kendaraan

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:43 WITA

Beras ‘Kupang Emas’: Simbol Kedaulatan Pangan dan Kebanggaan Baru Warga Kabupaten Kupang

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:30 WITA

Buka JPW Nekmese Cup II 2026, Bupati Kupang Cari “The Next Star” Lapangan Hijau!

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:12 WITA

Pembukaan JPW Nekmese Cup II 2026: Wadah Seleksi Pemain Menuju El Tari Memorial Cup

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:26 WITA

Fenomena Lawan Arus: Ketika Pelanggaran Maut Dinormalisasi Menjadi “Rutinitas”

Berita Terbaru