Hal ini menjadi perhatian serius mengingat sektor PKB dan BBNKB menyumbang hampir 50 persen (sekitar Rp2,9 triliun) dari total PAD Sumut. Aan juga menekankan perlunya pemutakhiran sekitar 189.000 data kendaraan yang rusak, tidak beroperasi, atau berstatus barang bukti.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Kombes Pol. Dedy Suhartono mendorong integrasi layanan yang lebih solid, perluasan Samsat Keliling, hingga interkoneksi basis data antar-instansi. Penggunaan aplikasi SIGNAL (Samsat Digital Nasional) juga terus didorong sebagai solusi transaksi elektronik utama masyarakat.
Di sisi lain, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, memberikan apresiasi atas inovasi pelayanan Samsat di Sumut, seperti Samsat Drive-Thru hasil kolaborasi dengan Bank Sumut. Agus memaparkan lima strategi utama untuk meningkatkan PAD, yaitu intensifikasi, ekstensifikasi, peningkatan kapasitas SDM, digitalisasi, serta inovasi progresif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















