Lebih lanjut, tiga pilar Pembina Samsat Nasional Kementerian Dalam Negeri, Korlantas Polri, dan PT Jasa Raharja (Persero) bersama pemerintah daerah diharapkan tidak hanya sekadar menjadi penyelenggara administrasi, melainkan wadah orkestrasi yang adaptif.
“Kolaborasi antarlembaga perlu ditingkatkan menjadi sebuah orkestrasi berbasis data. Dengan demikian, setiap kebijakan yang diambil dapat lebih adaptif terhadap kondisi di masing-masing daerah, sekaligus menghadirkan pelayanan Samsat yang semakin mudah, cepat, dan memberikan kepastian kepada masyarakat,” tambah Awaluddin.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si, GRCE, yang membuka secara resmi acara ini, menyatakan bahwa Rakornas 2026 merupakan momentum krusial memperkuat sinergi dan melahirkan inovasi pelayanan di daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pelayanan Samsat harus terus bertransformasi melalui penguatan sinergi, inovasi, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Dengan saling berbagi pengalaman dan menghadirkan berbagai terobosan, kami optimistis kinerja Samsat akan semakin optimal dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat dan pendapatan daerah,” ujar Fatoni.
Kegiatan berskala nasional ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan (mewakili Gubernur Lampung), Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, Direktur Operasional PT Jasa Raharja (Persero) Ariyandi, serta Kasubdit STNK Korlantas Polri Kombes Pol. Dedy Suhartono, S.I.K., M.M. Tak ketinggalan, jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dirlantas Polda dari seluruh Indonesia juga ikut menyukseskan forum ini.
Melalui pelaksanaan Rakornas Samsat 2026, PT Jasa Raharja berharap akselerasi transformasi pelayanan Samsat yang modern dan terintegrasi digital dapat segera terwujud demi mendorong pembangunan nasional yang lebih baik.
Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















