Transformasi Ekonomi dan Industrialisasi Nusa Tenggara Timur: Tantangan dan Solusi untuk Pembangunan Berkelanjutan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 18 Maret 2025 - 19:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 592 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Paulus Oktofianus Adu

Mahasiswa Magister Ilmu Politik Universitas Nasional

EKONOMI Dan INDUSTRIALISASI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

AtlasNews – Secara konseptual, industrialisasi merupakan suatu transformasi sosial ekonomi yang mengubah masyarakat dari tahap pra-industri, di mana pendapatan per kapita cenderung rendah, menuju tahap industrialisasi yang lebih maju. Dalam konteks ini, industrialisasi tidak hanya berarti transformasi ekonomi, tetapi juga mengimplikasikan transformasi sosial yang mendalam.

Dengan industrialisasi, ekonomi suatu daerah atau negara akan mengalami transformasi dramatis.

Produksi komoditas material menjadi lebih mekanisasi, menggantikan peran manusia atau pekerja binatang dengan mesin dan teknologi, serta mengalihkan penggunaan sumber daya utama seperti energi mineral secara langsung ke produksi komoditas yang lebih bernilai tambah.

Oleh karena itu, industrialisasi bukan hanya merupakan fenomena ekonomi, tetapi juga mencakup perubahan perdagangan dan ekonomi manusia secara umum.

Menurut pandangan akademisi ilmu ekonomi, pembangunan ekonomi tradisionalnya adalah kemampuan suatu perekonomian nasional untuk menciptakan dan menjaga peningkatan Pendapatan Nasional Bruto (Gross National Income/GNI) dari kondisi yang awalnya relatif statis dalam jangka waktu yang cukup lama.

Definisi pertumbuhan ekonomi, sebagaimana diutarakan oleh Sukirno dalam Ruliansyah (2013), adalah perkembangan kegiatan ekonomi suatu wilayah yang menghasilkan tambahan barang dan jasa, serta meningkatkan kemakmuran masyarakat. Pertumbuhan ekonomi diukur melalui kenaikan Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product/GDP) atau Pendapatan Nasional Bruto, tanpa memperhitungkan apakah kenaikan tersebut lebih tinggi atau lebih rendah dari tingkat pertumbuhan penduduk, atau apakah terjadi perubahan struktur ekonomi atau tidak.

Salah satu tujuan utama pembangunan ekonomi daerah, termasuk Peovinsi Nusa Tenggara Timur, adalah meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi daerah diukur dengan melihat pertumbuhan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) dalam harga konstan. Tingkat pertumbuhan PDRB ini akan mencerminkan peningkatan output per kapita dalam jangka panjang, yang menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi di daerah ini.

Baca Juga :  Bantu Ekonomi Warga: BLT Tahap Pertama 2026 Desa Oematnunu Resmi Disalurkan

Berita Terkait

Antara Kertas Statistik dan Realitas Hidup: Mengapa Banyak Warga Mendadak ‘Naik Kelas’ Desil?
Menepis Kritik dengan Etika: Ketika Jemari di Media Sosial Melupakan Jasa Para Abdi Negara
Pinjaman Daerah: Langkah Berani Membangun Negeri, Bukan Beban Masa Depan
Arah Angin di Bumi Flobamora: Menakar Kunjungan Jokowi ke Kupang
Beli Meja-Kursi Pakai Dana BOS, Boleh atau Melanggar Hukum? Ini Aturannya.!!!
“Terimakasih Hamba Tuhan, Bapa Bupati Kabupaten Kupang “
Melalui Program Asta Rinja: Peningkatan Kinerja Organisasi, Legitimasi dan Reputasi Menuju Perubahan
Resmi Dilantik! Yosef Lede Dan Aurum Titu Eki Berhasil Runtuhkan Hegemoni Dan Oligarki

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:18 WITA

Maladministrasi, Penjaringan Bakal Calon Kades Oesusu Diulang!

Selasa, 8 September 2026 - 19:16 WITA

Pererat Tali Silaturahmi, Kapolres Kupang Kunjungi Yonif 743/PSY Naibonat

Selasa, 8 September 2026 - 12:21 WITA

Ketika Angka Mengunci Nasib: Sengkarut Perubahan Desil dan Jeritan Warga Miskin Terdepak Bantuan

Selasa, 8 September 2026 - 09:15 WITA

Kadis PMD Kabupaten Kupang Tegaskan Panitia Pilkades Harus Netral dan Administrasi Calon Wajib Lengkap

Selasa, 8 September 2026 - 07:45 WITA

Kawal Program Presiden, Bupati Yosef Lede Tinjau Lahan KNMP di Desa Tablolong, Minta Tidak Ada Penolakan

Senin, 7 September 2026 - 10:17 WITA

Buntut Video Viral, Kapolres Kupang Tegas: Tidak Ada Toleransi bagi Oknum Lantas yang Melanggar!

Senin, 7 September 2026 - 09:20 WITA

Viral Video Dugaan Pungli 14 Detik di Jalan Trans Timor, Oknum Polantas Kupang Diperiksa Propam!

Senin, 7 September 2026 - 07:00 WITA

Absalom Buy Apresiasi Bupati Yosef Lede, Respon Cepat Atasi Krisis Jaringan Telekomunikasi di Pulau Semau

Berita Terbaru