KUPANG, ATN – Banyak pengguna jalan barangkali sudah sangat akrab dengan situasi yang menjengkelkan sekaligu membahayakan.
Ketika sedang berkendara di jalur yang benar, tiba-tiba muncul sepeda motor dari arah berlawanan yang memaksa melintas. Ironisnya, pemandangan mengerikan ini tidak hanya terjadi sekali atau dua kali, melainkan berulang hampir setiap hari di berbagai ruas jalan.
Saking terbiasanya masyarakat melihat fenomena ini, pelanggaran yang mengancam nyawa tersebut seolah-olah tidak lagi dianggap sebagai pelanggaran hukum, melainkan sebuah rutinitas lalu lintas yang harus dimaklumi bersama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal, setiap kali pengendara memutuskan untuk melawan arus, pada detik itu pula mereka sedang mengundang potensi kecelakaan yang siap mengintai kapan saja.
Dari Kota Hingga Pelosok: Krisis Disiplin yang Mewabah
Fenomena melawan arus ini bukanlah masalah kasuistik yang hanya terjadi di satu sudut jalan, melainkan penyakit kronis yang dijumpai di berbagai daerah, mulai dari kota-kota besar hingga ke pelosok daerah.
Di Kota Kupang misalnya, pemandangan memprihatinkan ini sangat kerap dijumpai di berbagai titik, seperti di kawasan Jalan Lingkar Luar Jalur 40 hingga sejumlah ruas jalan lainnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















