Seven Desmon Radja (17) maju sebagai eksekutor tunggal yang menjadi penentu nasib timnya. Dengan tenang, Seven mengarahkan bola keras ke pojok gawang yang gagal dijangkau kiper NBS, sekaligus mengunci kemenangan manis Transit FC.
Saat diwawancarai usai pertandingan, Seven Desmon Raja mengaku sempat tegang saat ditunjuk sebagai penentu victory timnya.
“Deg-degan juga dalam eksekusi penalti. Tapi sebagai pemain butuh mental kuat untuk memastikan tendangan kita masuk dan menang,” ujar Seven.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski bermain dalam laga maraton yang menguras fisik, pemain yang sudah hobi mengolah si kulit bundar sejak kecil ini mengaku tetap menikmati pertandingan tanpa beban.
Evaluasi Tim Mete Malam NBS
Di sisi lain, kekalahan tragis lewat adu penalti menjadi evaluasi mendalam bagi Mete Malam NBS. Pelatih NBS, Coach Roker, menerima hasil ini dengan lapang dada walau menganggap keberuntungan belum berpihak pada timnya.
“Pertandingan berjalan baik, tapi mungkin belum hoki untuk tim. Untuk perebutan peringkat ketiga nanti, kita harus siap secara fisik dan mental harus lebih kuat lagi daripada hari ini,” ungkap Coach Roker.
Atas hasil ini, Transit FC resmi melangkah ke babak Grand Final Kades Kuanheun Cup V 2026, sementara Mete Malam NBS akan bertarung memperebutkan posisi ketiga.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















