“Sebentar lagi kami juga akan meninjau langsung proses seleksi di tingkat provinsi untuk melihat perkembangan para kenshi asal Kabupaten Kupang yang sedang berjuang,” pungkas Bobby.
Di saat yang sama, Ketua Panitia Kejuaraan, Simpai Stef Raga Lawa, menjelaskan bahwa kejuaraan kali ini mempertandingkan dua kategori utama, yakni Embu (kerapian teknik) dan Randori (perkelahian bebas).
“Untuk kategori Embu dibagi menjadi tiga nomor, yaitu Embu Solo (satu orang), Embu Pasangan (dua orang), dan Embu Beregu (empat orang) untuk putra dan putri,” ujar Stef.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Stef menuturkan, nomor Embu terbagi dalam tiga kelompok umur, yaitu Kategori A (pelajar SD usia 8–12 tahun), Kategori B (13–15 tahun), dan Kategori C (16–25 tahun). Sementara untuk kategori Randori, panitia hanya mempertandingkan Kategori B dan C. Kategori A sengaja tidak diikutsertakan demi mengantisipasi risiko keselamatan para atlet muda.
“Kami tidak mengikutsertakan Kategori A di Randori untuk mengantisipasi risiko bahaya bagi anak-anak usia 8 sampai 12 tahun,” tegasnya.
Secara keseluruhan, kejuaraan ini mempertandingkan 74 nomor pertandingan. Panitia telah menyiapkan sebanyak 347 keping medali (emas, perak, dan perunggu) serta piagam penghargaan bagi para pemenang. Selain medali dan piagam, para atlet yang keluar sebagai juara umum 1, 2, dan 3 juga berhak memboyong piala tetap dan piala bergilir.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















