Keselamatan transportasi, menurutnya, memerlukan kolaborasi menyeluruh mulai dari pemetaan titik rawan, respons cepat saat insiden, hingga pengolahan data terintegrasi.
Fokus pada Titik Rawan (Black Spot) dan Golden Hour
Dalam persiapan menyambut lonjakan mobilitas Nataru 2026/2027, Jasa Raharja memfokuskan strategi pencegahan pada intervensi di titik-titik rawan kecelakaan atau black spot.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain pencegahan, perhatian khusus juga diberikan pada penanganan korban dalam periode krusial atau golden hour sesaat setelah kecelakaan terjadi untuk meminimalkan risiko fatalitas.
Sebagai pendukung, Jasa Raharja mengoptimalkan aplikasi MyJasfren yang dilengkapi fitur pelaporan kecelakaan secara cepat. Aplikasi ini diharapkan mampu memangkas waktu koordinasi penanganan insiden di lapangan.
Tak hanya itu, edukasi mengenai Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD) juga digencarkan kepada masyarakat dan komunitas pengemudi, agar penanganan awal terhadap korban khususnya pada kasus cedera kepala dapat dilakukan dengan tepat tanpa memperburuk kondisi korban.
Pemerintah Tekankan Utamakan Keselamatan dan Kesiapan Sarana
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, serta dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kemenhub Arif Toha Tjahjagama, Kakorlantas Polri Brigjen Pol. Aries Syahbudin, dan berbagai instansi pemangku kepentingan transportasi.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















