Ia juga menyarankan agar pada edisi Kades Kuanheun Cup selanjutnya, cakupan kepesertaan semakin diperluas hingga mengundang tim dari luar kabupaten, disertai sedikit pembenahan kualitas lapangan agar gengsi turnamen kian meningkat.
Senada dengan Chandra, wasit lainnya yakni Karmel Nesfinit atau yang akrab disapa Mella, turut memuji antusiasme masyarakat serta atmosfer kondusif selama turnamen berlangsung. Sebagai hakim lapangan yang baru pertama kali bertugas di Desa Kuanheun, ia mengaku terkesan dengan kedewasaan para suporter dan offisial.
“Antusiasme sepak bola di sini luar biasa. Dari penyisihan sampai final, tidak ada yang namanya gesekan baik dari penonton yang masuk lapangan maupun dari offisial. Turnamen Kades Kuanheun Cup V ini sangat luar biasa,” ungkap Mella.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mella menambahkan bahwa partai final menyajikan kualitas pertandingan yang tinggi karena dihuni oleh materi pemain berbakat dari berbagai daerah.
Tim Transit FC dari Kelurahan Naimata yang berhasil keluar sebagai juara didominasi oleh talenta lokal setempat, sementara tim Runner-up Cartel Lelendo banyak diperkuat pemain gabungan dari Kota Kupang, Sumba, hingga Malaka.
Melihat melimpahnya animo klub dan talenta muda di Kabupaten maupun Kota Kupang, Mella berharap pada gelaran Kades Kuanheun Cup VI mendatang, panitia tidak membatasi kuota peserta.
“Pesan dan evaluasi dari saya untuk turnamen berikutnya, kalau bisa jangan batasi tim. Buka kuota sebanyak-banyaknya, kalau bisa sampai 64 tim. Pemilik klub dan bibit-bibit pemain muda di Kabupaten maupun Kota Kupang ini sangat banyak dan butuh wadah berpartisipasi,” pungkasnya.
Halaman : 1 2


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















