<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SDN Onitua &#8211; AtlasNews.ID</title>
	<atom:link href="https://atlasnews.id/tag/sdn-onitua/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://atlasnews.id</link>
	<description>Aktual, Kritis Dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 May 2026 14:46:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://atlasnews.id/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-1-85x85.png</url>
	<title>SDN Onitua &#8211; AtlasNews.ID</title>
	<link>https://atlasnews.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Warga Desak Evaluasi Total dan Minta Korwil BGN Dicopot Pasca Kasus Keracunan Siswa SDN Onitua</title>
		<link>https://atlasnews.id/daerah/warga-desak-evaluasi-total-dan-minta-korwil-bgn-dicopot-pasca-kasus-keracunan-siswa-sdn-onitua/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[AtlasNews.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 14:46:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Gizi Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tablolong]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[SDN Onitua]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://atlasnews.id/?p=6516</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, ATN – Gelombang protes datang dari beberapa warga Desa Tablolong menyusul insiden keracunan massal yang menimpa 23 siswa SDN Onitua pada Rabu pagi....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-placeholder="true"><em><strong>Kupang, <a href="http://AtlasNews">ATN</a> –</strong> </em>Gelombang protes datang dari beberapa warga <a href="https://atlasnews.id/daerah/2-kader-posyandu-di-desa-tablolong-diganti-tanpa-sebab-kades-itu-kewenangan-saya/">Desa Tablolong</a> menyusul insiden keracunan massal yang menimpa 23 siswa SDN Onitua pada Rabu pagi.</p>
<p data-placeholder="true">Warga menuntut pertanggungjawaban serius dan mendesak agar Koordinator Wilayah (Korwil) <a href="https://atlasnews.id/daerah/bgn-bantah-keras-klaim-mandat-ormas-dalam-program-makan-siang-bergizi-gratis-tahun-2025/">Badan Gizi Nasional</a> (BGN) segera diganti.</p>
<p data-placeholder="true">Desakan ini dipicu oleh dugaan kelalaian dalam pengawasan program Makan Bergizi Gratis (<a href="https://atlasnews.id/daerah/puluhan-siswa-sd-di-kupang-barat-keracunan-usai-santap-mbg-di-sekolah/">MBG</a>) yang menyebabkan belasan anak harus dilarikan ke rumah sakit.</p>
<p data-placeholder="true"><strong>Keluarga Korban Menyesalkan Kelalaian Dapur SPPG </strong></p>
<p data-placeholder="true">Salah satu warga, Melrian Pellu, menyatakan kekecewaannya yang mendalam atas insiden ini. Melrian mengungkapkan bahwa keponakannya merupakan salah satu korban yang hingga kini masih harus menjalani perawatan intensif di RS Ben Mboi.</p>
<p data-placeholder="true">&#8220;Kami sangat menyesali kejadian ini. Bagaimana mungkin makanan yang diawasi oleh tenaga ahli bisa menyebabkan keracunan? Ini menyangkut nyawa anak-anak kami,&#8221; ujar Melrian saat dikonfirmasi media melalui panggilan telepon, Rabu (13/05) malam.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siswa SD di Kupang Barat Muntah dan Sesak Napas. Korwil BGN: &#8220;Itu Bukan Keracunan&#8221;</title>
		<link>https://atlasnews.id/daerah/siswa-sd-di-kupang-barat-muntah-dan-sesak-napas-korwil-bgn-itu-bukan-keracunan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[AtlasNews.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 13:32:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Kupang Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[SDN Onitua]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa Keracunan MBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://atlasnews.id/?p=6512</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, ATN – Sebanyak 23 siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Kupang mengalami mual, muntah dan sesak napas usai mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis pada Rabu...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Kupang, <a href="http://AtlasNews">ATN</a> –</strong></em> Sebanyak 23 siswa Sekolah Dasar di <a href="https://atlasnews.id/daerah/dugaan-mark-up-bahan-baku-dan-monopoli-supplier-mbg-di-kabupaten-kupang-mencuat-bgn-diminta-turun-tangan/">Kabupaten Kupang</a> mengalami mual, muntah dan sesak napas usai mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis pada Rabu (13/05/2026).</p>
<p>Menanggapi kejadian tersebut, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (<a href="https://atlasnews.id/daerah/bgn-bantah-keras-klaim-mandat-ormas-dalam-program-makan-siang-bergizi-gratis-tahun-2025/">BGN</a>) Kabupaten Kupang, Kristoforus Tpoy, memberikan klarifikasi terkait insiden kesehatan yang menimpa puluhan siswa di SDN Onitua, Kupang Barat.</p>
<p>Meski masyarakat luas menyebutnya sebagai kasus <a href="https://atlasnews.id/daerah/dagingnya-merah-dan-berbau-kesaksian-orang-tua-siswa-sdn-onitua-yang-keracunan-mbg/">keracunan</a>, Kristoforus menggunakan istilah teknis internal untuk menggambarkan situasi tersebut.</p>
<p>Dalam keterangannya kepada media, Kristoforus menegaskan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab pasti sebelum hasil laboratorium keluar.</p>
<p>Ia memilih menyebut peristiwa ini sebagai &#8220;Kejadian Menonjol&#8221; atau kejadian luar biasa.</p>
<p>&#8220;Kalau dari kami di internal BGN, menyebutnya kejadian menonjol atau kejadian luar biasa yang di luar kontrol kami,&#8221; ujar Kristoforus saat meninjau kondisi siswa di fasilitas kesehatan setempat, Rabu (13/05/2026), di halaman RS Ben Mboi, Kupang.</p>
<p>Terkait jumlah siswa yang terdampak, Kristoforus mengakui adanya perbedaan data awal, namun dipastikan seluruh siswa telah mendapatkan penanganan medis yang cepat.</p>
<p>Informasi awal menyebutkan sekitar 21 orang terdampak. Sebanyak 15 orang terdata di RS Ben Mboi, terdapat 8 orang tambahan di Puskesmas Batakte, sehingga total mencapai 23 orang.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-6514" src="https://atlasnews.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260513-WA0025.jpg" alt="Siswa SD di Kupang Barat Muntah dan Sesak Napas. Korwil BGN: &quot;Itu Bukan Keracunan&quot;" width="650" height="867" title="Siswa SD di Kupang Barat Muntah dan Sesak Napas. Korwil BGN: &quot;Itu Bukan Keracunan&quot; 2"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Dagingnya Merah dan Berbau&#8221;: Kesaksian Orang Tua Siswa SDN Onitua yang Keracunan MBG</title>
		<link>https://atlasnews.id/daerah/dagingnya-merah-dan-berbau-kesaksian-orang-tua-siswa-sdn-onitua-yang-keracunan-mbg/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[AtlasNews.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 10:25:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tesabela]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[SDN Onitua]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa Keracunan MBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://atlasnews.id/?p=6508</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, ATN – Sejumlah siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Onitua,di Desa Tesabela, Kecamatan Kupang Barat dilaporkan diduga mengalami gejala keracunan usai menyantap menu Makan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Kupang, <a href="http://AtlasNews">ATN</a> –</strong></em> Sejumlah siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Onitua,di <a href="https://atlasnews.id/daerah/pemerintah-desa-tesabela-salurkan-blt-dana-desa-tahap-pertama-tahun-2026-kepada-15-kpm/">Desa Tesabela</a>, Kecamatan Kupang Barat dilaporkan diduga mengalami gejala keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (<a href="https://atlasnews.id/daerah/puluhan-siswa-sd-di-kupang-barat-keracunan-usai-santap-mbg-di-sekolah/">MBG</a>) di sekolah.</p>
<p>Kejadian ini memicu kekhawatiran orang tua murid setelah puluhan siswa dilarikan ke <a href="https://atlasnews.id/daerah/geger-23-siswa-di-kupang-barat-diduga-keracunan-mbg-puskesmas-batakte-sigap-beri-pertolongan-pertama/">Puskesmas Batakte</a> dan rumah sakit Ben Mboi akibat mengalami muntah-muntah dan sakit perut.</p>
<p>Salah satu orang tua siswa kelas 1 SD, Veronika Bin, mengungkapkan kronologi yang dialami anaknya. Veronika mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah pulang dari kebun sekitar pukul 12.00 WITA dan mendapat informasi dari tetangga.</p>
<p>&#8220;Beta (saya) baru pulang dari kebun jam 12, lalu tetangga kasih tahu kalau kakak kelas bilang ada anak-anak keracunan di sekolah,&#8221; ujar Veronika dalam keterangannya.</p>
<p><strong>Daging Sapi Diduga Tidak Layak Konsumsi</strong></p>
<p>Berdasarkan pengakuan anaknya, Veronika menyebutkan bahwa menu yang disantap hari itu mengandung daging sapi. Namun, sang anak mengeluhkan kondisi daging yang tampak tidak lazim saat dikonsumsi.</p>
<p>Kondisi Daging: Anak Veronika menyebut daging sapi yang dimakan masih berwarna merah (diduga mentah/kurang matang).</p>
<figure id="attachment_6510" aria-describedby="caption-attachment-6510" style="width: 650px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-6510" src="https://atlasnews.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260513-WA0027.jpg" alt="&quot;Dagingnya Merah dan Berbau&quot;: Kesaksian Orang Tua Siswa SDN Onitua yang Keracunan MBG" width="650" height="867" title="&quot;Dagingnya Merah dan Berbau&quot;: Kesaksian Orang Tua Siswa SDN Onitua yang Keracunan MBG 3"><figcaption id="caption-attachment-6510" class="wp-caption-text"><em>Foto: Siswa korban keracunan MBG saat mendapat perawatan di RS Ben Mboi</em></figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
