Oelamasi, AtlasNews. ID – Dua (2) kader Posyandu di Desa Tablolong secara mengejutkan diganti sepihak oleh Kepala Desa tanpa melalui musyawarah bersama di tingkat pemerintahan desa.
Kedua kader Posyandu tersebut bernama Legrit Pellu yang merupakan anggota Posyandu Tablolong dan Marsi Debi Ho’an sebagai ketua Posyandu Tunas Baru.
Ditemui media ini, di Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang pada Selasa, (14/01/2025) siang, Legrit Pellu dan Marsi Debi Ho’an menyoroti pemberhentian keduanya tanpa sebab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan menurut kedua nya, selama mengabdi mendukung kerja prioritas peningkatan layanan kesehatan anak dan balita di desa Tablolong tak sekalipun melakukan kesalahan.
Legrit Pellu menuturkan jika dirinya merasa heran dengan keputusan Kepala Desa Tablolong.
Menurutnya, keputusan mengganti dirinya sebagai kader adalah murni keputusan sepihak dari pribadi kepala desa dan tidak berdasarkan prosedur secara bertahap.
“Kalau pun saya salah, yah beri saya surat teguran. Ini berbanding terbalik, justru kepala desa langsung berikan surat pemberhentian dengan hormat. Salah saya apa”, ujarnya.
Legrit Pellu sayangkan sikap arogansi kepala desa mengingat dirinya sudah mengabdi selama belasan tahun terhitung sejak tahun 1999.
“Saya punya niat untuk layani anak anak, dari tahun sebelum pengangkatan tahun 99 saya sudah mengabdi. Saat itu tanpa gaji, toh saya masih punya niat melayani. Kenapa saya harus diganti”, terangnya.

Hal senada diungkapkan oleh Masri Debu Ho’an yang mengaku terkejut dengan keputusan pemberhentian dirinya sebagai ketua Kader Posyandu Tunas Baru oleh kepala desa.
Dirinya juga menyoroti sikap tidak adil yang ditunjukkan oleh kepala desa terkait pergantian kader dan menduga dirinya menjadi korban perbedaan pilihan politik pada Pilkada yang lalu.
Debi Ho’an juga mengatakan jika pergantian kader ini terkesan dipaksakan sebab saat ini kader pengganti belum berpengalaman dan belum mendapat bimbingan kader.
Sehingga kedepan kader pengganti akan mengalami kesulitan beradaptasi dengan posisi barunya sebagai ketua kader Tunas Baru.
“Kalau ibu Legrit posisinya anggota, kalau saya sebagai ketua. Pengakuan pengganti saya jika dirinya belum begitu paham dengan tugas nya saat ini karna saat ini tidak ada lagi pelatihan kader”, jelasnya.
“Kalau mau ganti yah ganti semua, jangan hanya kami berdua”, tambahnya.
Lebih lanjut Marsi Debi Ho’an mengaku heran dengan redaksi surat pemberhentian yang ditujukan kepada dirinya dan yang tertulis dalam SK.
“Di kop surat ditulis ditujukan kepada ibu Legrit Pellu, namun herannya dalam isi surat tertulis nama kami berdua lengkap dengan nama pengganti kami tertanggal 7 Januari. Saya terima surat yang sama. Ini ada apa? Kenapa. Lalu di SK, tanda tangan Kepala desa tanggal 6 Januari 2026, apa itu sah? “, pungkasnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
















