<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Siswa Keracunan MBG &#8211; AtlasNews.ID</title>
	<atom:link href="https://atlasnews.id/tag/siswa-keracunan-mbg/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://atlasnews.id</link>
	<description>Aktual, Kritis Dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 May 2026 13:32:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://atlasnews.id/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-1-85x85.png</url>
	<title>Siswa Keracunan MBG &#8211; AtlasNews.ID</title>
	<link>https://atlasnews.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Siswa SD di Kupang Barat Muntah dan Sesak Napas. Korwil BGN: &#8220;Itu Bukan Keracunan&#8221;</title>
		<link>https://atlasnews.id/daerah/siswa-sd-di-kupang-barat-muntah-dan-sesak-napas-korwil-bgn-itu-bukan-keracunan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[AtlasNews.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 13:32:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Kupang Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[SDN Onitua]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa Keracunan MBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://atlasnews.id/?p=6512</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, ATN – Sebanyak 23 siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Kupang mengalami mual, muntah dan sesak napas usai mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis pada Rabu...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Kupang, <a href="http://AtlasNews">ATN</a> –</strong></em> Sebanyak 23 siswa Sekolah Dasar di <a href="https://atlasnews.id/daerah/dugaan-mark-up-bahan-baku-dan-monopoli-supplier-mbg-di-kabupaten-kupang-mencuat-bgn-diminta-turun-tangan/">Kabupaten Kupang</a> mengalami mual, muntah dan sesak napas usai mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis pada Rabu (13/05/2026).</p>
<p>Menanggapi kejadian tersebut, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (<a href="https://atlasnews.id/daerah/bgn-bantah-keras-klaim-mandat-ormas-dalam-program-makan-siang-bergizi-gratis-tahun-2025/">BGN</a>) Kabupaten Kupang, Kristoforus Tpoy, memberikan klarifikasi terkait insiden kesehatan yang menimpa puluhan siswa di SDN Onitua, Kupang Barat.</p>
<p>Meski masyarakat luas menyebutnya sebagai kasus <a href="https://atlasnews.id/daerah/dagingnya-merah-dan-berbau-kesaksian-orang-tua-siswa-sdn-onitua-yang-keracunan-mbg/">keracunan</a>, Kristoforus menggunakan istilah teknis internal untuk menggambarkan situasi tersebut.</p>
<p>Dalam keterangannya kepada media, Kristoforus menegaskan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab pasti sebelum hasil laboratorium keluar.</p>
<p>Ia memilih menyebut peristiwa ini sebagai &#8220;Kejadian Menonjol&#8221; atau kejadian luar biasa.</p>
<p>&#8220;Kalau dari kami di internal BGN, menyebutnya kejadian menonjol atau kejadian luar biasa yang di luar kontrol kami,&#8221; ujar Kristoforus saat meninjau kondisi siswa di fasilitas kesehatan setempat, Rabu (13/05/2026), di halaman RS Ben Mboi, Kupang.</p>
<p>Terkait jumlah siswa yang terdampak, Kristoforus mengakui adanya perbedaan data awal, namun dipastikan seluruh siswa telah mendapatkan penanganan medis yang cepat.</p>
<p>Informasi awal menyebutkan sekitar 21 orang terdampak. Sebanyak 15 orang terdata di RS Ben Mboi, terdapat 8 orang tambahan di Puskesmas Batakte, sehingga total mencapai 23 orang.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-6514" src="https://atlasnews.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260513-WA0025.jpg" alt="Siswa SD di Kupang Barat Muntah dan Sesak Napas. Korwil BGN: &quot;Itu Bukan Keracunan&quot;" width="650" height="867" title="Siswa SD di Kupang Barat Muntah dan Sesak Napas. Korwil BGN: &quot;Itu Bukan Keracunan&quot; 2"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Dagingnya Merah dan Berbau&#8221;: Kesaksian Orang Tua Siswa SDN Onitua yang Keracunan MBG</title>
		<link>https://atlasnews.id/daerah/dagingnya-merah-dan-berbau-kesaksian-orang-tua-siswa-sdn-onitua-yang-keracunan-mbg/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[AtlasNews.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 10:25:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tesabela]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[SDN Onitua]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa Keracunan MBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://atlasnews.id/?p=6508</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, ATN – Sejumlah siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Onitua,di Desa Tesabela, Kecamatan Kupang Barat dilaporkan diduga mengalami gejala keracunan usai menyantap menu Makan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Kupang, <a href="http://AtlasNews">ATN</a> –</strong></em> Sejumlah siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Onitua,di <a href="https://atlasnews.id/daerah/pemerintah-desa-tesabela-salurkan-blt-dana-desa-tahap-pertama-tahun-2026-kepada-15-kpm/">Desa Tesabela</a>, Kecamatan Kupang Barat dilaporkan diduga mengalami gejala keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (<a href="https://atlasnews.id/daerah/puluhan-siswa-sd-di-kupang-barat-keracunan-usai-santap-mbg-di-sekolah/">MBG</a>) di sekolah.</p>
<p>Kejadian ini memicu kekhawatiran orang tua murid setelah puluhan siswa dilarikan ke <a href="https://atlasnews.id/daerah/geger-23-siswa-di-kupang-barat-diduga-keracunan-mbg-puskesmas-batakte-sigap-beri-pertolongan-pertama/">Puskesmas Batakte</a> dan rumah sakit Ben Mboi akibat mengalami muntah-muntah dan sakit perut.</p>
<p>Salah satu orang tua siswa kelas 1 SD, Veronika Bin, mengungkapkan kronologi yang dialami anaknya. Veronika mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah pulang dari kebun sekitar pukul 12.00 WITA dan mendapat informasi dari tetangga.</p>
<p>&#8220;Beta (saya) baru pulang dari kebun jam 12, lalu tetangga kasih tahu kalau kakak kelas bilang ada anak-anak keracunan di sekolah,&#8221; ujar Veronika dalam keterangannya.</p>
<p><strong>Daging Sapi Diduga Tidak Layak Konsumsi</strong></p>
<p>Berdasarkan pengakuan anaknya, Veronika menyebutkan bahwa menu yang disantap hari itu mengandung daging sapi. Namun, sang anak mengeluhkan kondisi daging yang tampak tidak lazim saat dikonsumsi.</p>
<p>Kondisi Daging: Anak Veronika menyebut daging sapi yang dimakan masih berwarna merah (diduga mentah/kurang matang).</p>
<figure id="attachment_6510" aria-describedby="caption-attachment-6510" style="width: 650px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-6510" src="https://atlasnews.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260513-WA0027.jpg" alt="&quot;Dagingnya Merah dan Berbau&quot;: Kesaksian Orang Tua Siswa SDN Onitua yang Keracunan MBG" width="650" height="867" title="&quot;Dagingnya Merah dan Berbau&quot;: Kesaksian Orang Tua Siswa SDN Onitua yang Keracunan MBG 3"><figcaption id="caption-attachment-6510" class="wp-caption-text"><em>Foto: Siswa korban keracunan MBG saat mendapat perawatan di RS Ben Mboi</em></figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Geger! 23 Siswa di Kupang Barat Diduga Keracunan MBG, Puskesmas Batakte Sigap Beri Pertolongan Pertama</title>
		<link>https://atlasnews.id/daerah/geger-23-siswa-di-kupang-barat-diduga-keracunan-mbg-puskesmas-batakte-sigap-beri-pertolongan-pertama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[AtlasNews.ID]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 08:46:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kupang Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas Batakte]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa Keracunan MBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://atlasnews.id/?p=6505</guid>

					<description><![CDATA[Kupang, ATN – Sebanyak 23 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Onitua di Desa Tesabela, Kecamatan Kupang Barat, mengalami gejala keracunan massal setelah mengonsumsi paket...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Kupang, <a href="http://AtlasNews">ATN</a> –</strong></em> Sebanyak 23 <a href="https://atlasnews.id/daerah/puluhan-siswa-sd-di-kupang-barat-keracunan-usai-santap-mbg-di-sekolah/">siswa</a> Sekolah Dasar Negeri (SDN) Onitua di Desa Tesabela, <a href="https://atlasnews.id/daerah/7-bulan-tak-terima-siltap-kades-dan-perangkat-desa-di-kecamatan-kupang-barat-merana/">Kecamatan Kupang Barat</a>, mengalami gejala keracunan massal setelah mengonsumsi paket <a href="https://atlasnews.id/daerah/bgn-bantah-keras-klaim-mandat-ormas-dalam-program-makan-siang-bergizi-gratis-tahun-2025/">Makan Bergizi Gratis</a> (MBG) di sekolah pada Rabu (13/05/2026) pagi.</p>
<p>Kepala <a href="https://atlasnews.id/daerah/gencarkan-layanan-jemput-bola-capaian-ckg-puskesmas-batakte-tembus-55/">Puskesmas Batakte</a> melalui, dr. Elin Taopan, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima sebanyak 23 siswa yang datang dengan keluhan serupa.</p>
<p>Usai mendapatkan informasi, Tim medis bergerak cepat memberikan penanganan awal dan pemeriksaan dasar kepada seluruh korban yang tiba.</p>
<p>&#8220;Bersama dengan obat-obatan, semuanya bergerak dengan cepat ketika dibawa ke Puskesmas. Kami periksa semuanya. Fokus utama kami adalah mengidentifikasi pasien dengan kondisi yang membutuhkan penanganan segera,&#8221; ujar dr. Elin.</p>
<p>Setelah melakukan penanganan dan tindakan pertama kepada para siswa yang mengalami <a href="https://atlasnews.id/daerah/keracunan-mbg-kerap-terjadi-bupati-kupang-ultimatum-sppg-kalau-ada-saya-ganti/">keracunan</a>, sebagian siswa kemudian dirujuk ke RS Ben Mboi Kupang.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa dari total siswa yang diperiksa, lima di antaranya masih menjalani perawatan di Puskesmas Batakte karena kondisi yang memerlukan perawatan lebih intensif.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
