Kupang, ATN – Semangat menyongsong perayaan Paskah pada tanggal 7 April besok, disikapi dengan cara unik dan inspiratif oleh pemuda dan perempuan GMIT Kalvari Puluthie.
Di tengah keterbatasan, kreativitas justru muncul melalui pembangunan ornamen Paskah yang memanfaatkan bahan-bahan daur ulang dan kekayaan alam sekitar.
Dalam pantauan AtlasNews di lokasi, nampak sebuah replika taman yang sedang dalam tahap penyelesaian. Menariknya, bahan utama yang digunakan bukanlah material bangunan mahal, melainkan limbah rumah tangga dan kayu-kayu alam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menggunakan bahan-bahan seperti plastik bekas dan kantong semen sebagai komponen utama. Selain itu, kami juga memanfaatkan kayu seadanya yang diambil langsung dari alam,” ujar Linof Taloim yang terlibat dalam pengerjaan tersebut, Senin (06/04/2026)
Linof Taloim menegaskan penggunaan kantong semen dan plastik ini ditujukan untuk memberikan tekstur unik pada replika bukit atau ornamen goa, sementara kayu alam memberikan kesan autentik dan religius pada salib serta pagar taman.
Penggunaan bahan bekas ini tidak hanya menonjolkan sisi seni, tetapi juga menjadi pesan lingkungan mengenai pentingnya daur ulang.
Proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong oleh pemuda dan perempuan GMIT jemaat Kalvari Puluthie. Meski menggunakan bahan sederhana, hasil yang ditampilkan cukup memukau dan menunjukkan kemegahan makna Paskah itu sendiri.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















