KUPANG, ATN – Pelaksanaan turnamen sepak bola mini Kades Kuanheun Cup V Tahun 2026 resmi berakhir dengan memunculkan kisah inspiratif. Asisten III Setda Kabupaten Kupang, Johardi D. Sellan, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan turnamen tersebut, khususnya atas pencapaian salah satu pemain berkebutuhan khusus (disabilitas) yang berhasil meraih penghargaan sebagai Pemain Terbaik (Best Player).
Dalam keterangannya usai penutupan turnamen pada Sabtu (03/10/2026), Johardi D. Sellan menyatakan bahwa keberhasilan pemain disabilitas menjadi yang terbaik membuktikan bahwa dunia olahraga kini makin inklusif.
“Ada satu yang membanggakan lewat turnamen ini, muncul pemain terbaik dari tim juara yang merupakan pemain berkebutuhan khusus. Artinya, dalam dunia olahraga tidak ada lagi perbedaan antara yang normal dan berkebutuhan khusus. Pendekatan inklusif saat ini mulai nyata dan sejalan dengan visi-misi Pemerintah Kabupaten Kupang,” ujar Johardi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga memuji peran Kepala Desa Kuanheun yang dinilai peduli terhadap pengembangan potensi pemuda di desa dan berharap ajang ini dapat menjadi contoh bagi 160 desa lainnya di Kabupaten Kupang untuk menjaring bibit atlet berprestasi.
sosok di Balik Gelar Pemain Terbaik
Pemain terbaik yang mencuri perhatian tersebut adalah Seven Desmon Radja, pemuda penyandang disabilitas yang tampil sebagai pahlawan penentu kemenangan Transit FC hingga membawa timnya melenggang ke partai puncak.
Seven merupakan pemuda perantau asal Pulau Sabu kelahiran 7 Desember 2003, putra dari pasangan Habakuk Radja dan Ludia Leppa.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















