KUPANG, ATN – Pembangunan fisik Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 10 Kupang memasuki babak baru. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kupang, Marthen Rahakbauw, mengonfirmasi bahwa tahapan tender proyek fisik yang ditangani langsung oleh Pemerintah Pusat telah rampung. Rencananya, peletakan batu pertama (ground breaking) akan dilaksanakan pada November 2026 mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikan Marthen Rahakbauw saat diwawancarai wartawan AtlasNews di ruang kerjanya, Senin (19/10/2026).
Marthen Rahakbauw menjelaskan bahwa dalam proyek strategis ini, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kupang diberikan tanggung jawab penuh dalam penyiapan lahan, penyediaan lokasi transit sekolah, hingga memfasilitasi transportasi bagi para siswa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Proses tender semuanya dilakukan di pusat. Informasi terbaru yang kami dapatkan, tender fisik sudah selesai. Jika peletakan batu pertama dimulai November dan proses pembangunan berjalan hingga Mei atau Juni, maka kita targetkan pada tahun ajaran baru 2027/2028 anak-anak sudah bisa menikmati gedung baru,” ujar Marthen.
Masalah Lahan Dipastikan Clear
Terkait isu sengketa lahan akibat klaim dari keluarga Manu yang sempat melayangkan gugatan dengan dalih lokasi tersebut berada di luar area SNT, Marthen menegaskan bahwa hal itu tidak menghambat proses pembangunan.
Pihak pengelola dan pemerintah daerah mengambil langkah bijak untuk tetap melanjutkan pembangunan di atas lahan resmi milik Pemda, memastikan proyek tidak mengintervensi atau mengganggu lahan warga yang disengketakan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















