Ia berkomitmen terhadap kesejahteraan petani, dengan melakukan upaya untuk menciptakan ekosistem beras premium yang berkelanjutan kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan realitas yang siap dipasarkan.
Kunci utama dari keunggulan produk beras ungkap pemuda asli Kelurahan Babau ini, terletak pada penggunaan teknologi RMU terbaru dan mutakhir. Teknologi ini memungkinkan pengendalian parameter air yang presisi, sehingga mampu menjamin mutu fisik dan kualitas kulit beras dengan standar tinggi.
“Efektivitas teknologi ini tidak lagi diragukan karena telah melalui serangkaian pengujian laboratorium yang ketat di Lampung. Hasil uji tersebut mengonfirmasi bahwa beras yang dihasilkan masuk dalam kategori beras premium, memiliki ketahanan kualitas yang optimal, dan siap bersaing di pasar modern,” ujar Piterson Lay.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di luar aspek teknis, Piterson Lay menempatkan kesejahteraan petani sebagai fondasi utama.
“Kami memastikan bahwa setiap gabah yang diserap dari petani dibeli dengan harga yang sesuai dengan standar ketetapan pemerintah. Harga sekarang berkisar di angka 12.000 hingga 13.000 perkilo di tangan petani yang kami beli,” ungkapnya.
Langkah ini bertujuan agar nilai tambah ekonomi dapat dirasakan langsung oleh petani dan pelaku usaha mikro di tingkat desa.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















