KUPANG, ATN – Lapangan voli di Kelurahan Camplong, Kabupaten Kupang, biasanya hanya riuh di jam-jam tertentu. Namun, selama lebih dari sebulan terakhir, tempat ini bertransformasi menjadi jantung ekonomi yang berdegup kencang.
Aroma harum kopi, gorengan hangat, Jagung bakar, padatnya penggemar uji ketangkasan dan deretan lapak pedagang kaki lima menyambut siapa saja yang datang untuk menyaksikan keseruan Turnamen Bola Voli Gerindra Cup 1.
Di balik gemuruh teriakan penonton yang mendukung tim jagoan mereka, ada cerita lain yang tak kalah menarik terdapat mesin pencetak rupiah warga lokal sedang bekerja maksimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jan Pieter Windy, sebagai inisiator kegiatan membongkar sebuah fakta mengejutkan saat menutup turnamen tersebut.
Berdasarkan survei internal yang dilakukan pihaknya, perputaran uang di sekitar arena pertandingan ternyata tembus di angka Rp23 juta per hari. Angka yang fantastis untuk ukuran sebuah turnamen tingkat lokal.
“Berdasarkan survei internal kami, perputaran uang di lokasi pertandingan mencapai sekitar Rp23 juta per hari. Ini menjadi gambaran bahwa kegiatan olahraga seperti ini dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, terutama para pelaku usaha di sekitar lokasi,” ungkap Jan Pieter dengan nada antusias.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















