Dalam Rangka Monitoring Program I See, CBM Global Lakukan Kunjungan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 November 2023 - 00:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 184 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oelamasi, AtlasNews.ID – Dalam rangka Monitoring program I see, CBM Global Australia lakukan Kunjungan ke Dinas kesehatan Kabupaten Kupang bersama dengan Yayasan Tanpa Batas, Kamis(16/11/2023) pagi.

melalui pantauan media ini, kegiatan yang berlokasi di ruangan pencegahan dan pemberantasan penyakit(P2P) dinas kesehatan kabupaten Kupang.

Kunjungan CBM Global Australia ini terima langsung oleh Kepala Bidang P2P, dr. Kuji L. K. Riwu Kaho di dampingi Direktur Yayasan Tanpa Batas, Deni Sailana, S.Sos, dan tim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam Rangka Monitoring Program I See, CBM Global Lakukan Kunjungan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang
Foto: Kabid P2P dinas kesehatan kab
Kupang, dr. Kuji lakukan penyambutan kepada Perwakilan CBM Global.

Dalam sambutan nya dr. Kuji mengatakan, Dinas kesehatan kabupaten kupang sangat mengapresiasi kegiatan yang di lakukan oleh Yayasan Tanpa Batas yang di atensi oleh CBM Global Australia melalui program I See.

Dirinya mengungkapkan jika dinas kesehatan kabupaten kupang memiliki keterbatasan dalam menangani kasus penyakit mata sehingga dengan adanya program I See sangat membantu dalam upaya Skrining dan fasilitasi para penderita menerima layanan kesehatan mata hingga operasi.

“Kami sangat berterima kasih dengan program I See yang sudah berjalan di kabupaten kupang saat ini. Lewat atensi CBM Global semoga program ini terus berlanjut karena sudah memberikan dampak positif. Sudah ada lebih dari 300 orang penderita penyakit mata buta dan katarak yang di bantu lewat program ini,” Ungkapnya.

Menurut dr. Kuji program ini melampaui bakti sosial lain di sebabkan oleh proses skrining dari tim Yayasan Tanpa Batas kepada para penderita penyakit mata sehingga proses nya berkelanjutan dari mulai tahap pemantauan, pemeriksaan kesehatan mata, hingga di fasilitasi untuk operasi katarak mata dan sampai masa penyembuhan pasca operasi masih di lakukan monitoring.

Skrining dapat terlaksana dengan baik lewat kerjasama dengan tenaga kesehatan di tingkat puskesmas hingga para kader posyandu di setiap pos dan tim Yayasan Tanpa Batas.

“Saya berharap program ini terus berlanjut. Karena sudah membawa dampak baik bagi masyarakat kabupaten kupang, dengan semakin banyak penderita penyakit mata buta dan katarak yang di bantu, berarti masa depan yang cerah hadir bagi masyarakat,” Terangnya.

Sementara itu Direktur Yayasan Tanpa Batas Deni Sailana mengungkapkan, Kunjungan dari CBM Global australia sangat baik. Pasalnya CBM Global dapat melihat langsung program I See berdampak di masyarakat terutama kepada penerima manfaat, dan dapat berjalan dengan baik.

Tak lupa Deni Sailana memberikan apresiasi tinggi kepada dinas kesehatan kabupaten kupang yang sangat mendukung program I See dengan melibatkan tenaga kesehatan yang ada di tingkat puskesmas hingga posyandu.

Baca Juga :  Jasa Raharja Gelar Aksi Nasional ‘Glow Up Lingkungan: Bersih Itu Keren!’, Dukung Gerakan Indonesia ASRI

Di akui Deni, program I See untuk kesehatan mata masih awam di kalangan masyarakat, dan di pandang biasa. Tetapi dengan respon yang baik oleh pemerintah kabupaten kupang yang mendukung secara penuh, perlahan stigma masyarakat berubah.

“Dengan berjalan nya program I See, masyarakat sudah melihat dampak nya, dan kemudian mereka tertarik untuk mau aktif dalam kegiatan periksa kesehatan mata,” Ungkapnya.

Ia menambahkan jika di kabupaten kupang sendiri belum ada dokter spesialis mata sehingga saat proses operasi kepada pasien buta dan katarak harus di lakukan rujuk ke rumah sakit umum yang ada di kota kupang.

Menanggapi hal ini Deni Sailana berharap ke depan pemerintah kabupaten kupang dapat merespon dan segera menyiapkan dokter spesialis mata pada rumah sakit umum daerah milik kabupaten kupang.

Di jelaskan Deni, asuransi kesehatan yang telah di bayar oleh pemerintah kabupaten kupang yang kemudian di akses dan di gunakan oleh masyarakat bukan di kabupaten kupang tapi di kota kupang. Hal ini harusnya menjadi perhatian pemerintah kabupaten kupang sebagai investasi kesehatan jangka panjang yang dapat memberikan keuntungan.

“Selama ini kalau ada pasien yang operasi, kami harus rujuk ke kota kupang, di kabupaten kupang tidak ada dokter mata. Jika di biarkan terus yang untuk rumah sakit di kota, karena bisa claim asuransi itu. Kita rugi karena yang bayar jaminan kesehatan kita tapi yang claim wilayah lain,” Terangnya.

Lebih lanjut Deni mengatakan, dari 348 pasien buta dan katarak yang telah di fasilitasi Yayasan Tanpa Batas menerima rujukan untuk di operasi di rumah sakit yang ada di kota kupang.

“Jika di hitung per 1 pasien normal kalau lakukan operasi mata itu biaya nya berkisar 11 juta dari asuransi jika claim. Harus nya ini di pikirkan dan hadirkan dokter mata di kabupaten kupang juga, supaya bisa dapat keuntungan,”Jelasnya.

Dalam Rangka Monitoring Program I See, CBM Global Lakukan Kunjungan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang
Foto: diskusi bersama

Dari rangkaian kunjungan CBM Global Australia di isi dengan kegiatan diskusi bersama dan kemudian di lanjutkan dengan kunjungan ke kelurahan Sonraen, kecamatan Amarasi Selatan.

 

 

 

Berita Terkait

Impian Jadi Nyata! Jan Pieter Windy dan Partai Gerindra Hadirkan Alat Musik Baru untuk Drumband Rajawali Camplong
Gerindra Volly Cup 1 Resmi Dibuka: Jadi Wadah Jaring Bibit Atlet hingga Penggerak UMKM di Kabupaten Kupang
Gebrakan Ekonomi dari Lapangan Voli: 67 Stan UMKM Meriahkan Gerindra Cup I di Fatuleu
Proyek ‘Mangkrak’ di Fatukanutu: Kandang Babi Terbengkalai, Kades Mengaku Tak Tahu!
Dinilai Cacat Hukum dan Berat Sebelah, Warga Desa Enolanan Desak Pilkades Ditunda!
Mengabdi Tanpa Sekat: Zeda Giri Serukan Perubahan dan Kemandirian Desa Baumata Lewat Transparansi Total
30 Tim Siap Berlaga di Turnamen Voli Gerindra Cup, Total Hadiah Rp100 Juta!
Kades Kuanheun Cup V Memanas: Tuan Rumah dan Tim Legendaris Tersingkir, 16 Tim Terbaik Siap Sikut Berebut Takhta!

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 10:16 WITA

Impian Jadi Nyata! Jan Pieter Windy dan Partai Gerindra Hadirkan Alat Musik Baru untuk Drumband Rajawali Camplong

Selasa, 22 September 2026 - 10:57 WITA

Gerindra Volly Cup 1 Resmi Dibuka: Jadi Wadah Jaring Bibit Atlet hingga Penggerak UMKM di Kabupaten Kupang

Selasa, 22 September 2026 - 10:51 WITA

Gebrakan Ekonomi dari Lapangan Voli: 67 Stan UMKM Meriahkan Gerindra Cup I di Fatuleu

Selasa, 22 September 2026 - 07:20 WITA

Proyek ‘Mangkrak’ di Fatukanutu: Kandang Babi Terbengkalai, Kades Mengaku Tak Tahu!

Senin, 21 September 2026 - 16:46 WITA

Mengabdi Tanpa Sekat: Zeda Giri Serukan Perubahan dan Kemandirian Desa Baumata Lewat Transparansi Total

Senin, 21 September 2026 - 10:50 WITA

30 Tim Siap Berlaga di Turnamen Voli Gerindra Cup, Total Hadiah Rp100 Juta!

Minggu, 20 September 2026 - 11:21 WITA

Kades Kuanheun Cup V Memanas: Tuan Rumah dan Tim Legendaris Tersingkir, 16 Tim Terbaik Siap Sikut Berebut Takhta!

Sabtu, 19 September 2026 - 19:32 WITA

JPW Nekmese Cup II Resmi Ditutup! Jan Pieter Windy Janjikan Hadiah Rp100 Juta di Edisi Mendatang

Berita Terbaru