Oelamasi, AtlasNews.ID – Dalam rangka Monitoring program I see, CBM Global Australia lakukan Kunjungan ke Dinas kesehatan Kabupaten Kupang bersama dengan Yayasan Tanpa Batas, Kamis(16/11/2023) pagi.
melalui pantauan media ini, kegiatan yang berlokasi di ruangan pencegahan dan pemberantasan penyakit(P2P) dinas kesehatan kabupaten Kupang.
Kunjungan CBM Global Australia ini terima langsung oleh Kepala Bidang P2P, dr. Kuji L. K. Riwu Kaho di dampingi Direktur Yayasan Tanpa Batas, Deni Sailana, S.Sos, dan tim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Kupang, dr. Kuji lakukan penyambutan kepada Perwakilan CBM Global.
Dalam sambutan nya dr. Kuji mengatakan, Dinas kesehatan kabupaten kupang sangat mengapresiasi kegiatan yang di lakukan oleh Yayasan Tanpa Batas yang di atensi oleh CBM Global Australia melalui program I See.
Dirinya mengungkapkan jika dinas kesehatan kabupaten kupang memiliki keterbatasan dalam menangani kasus penyakit mata sehingga dengan adanya program I See sangat membantu dalam upaya Skrining dan fasilitasi para penderita menerima layanan kesehatan mata hingga operasi.
“Kami sangat berterima kasih dengan program I See yang sudah berjalan di kabupaten kupang saat ini. Lewat atensi CBM Global semoga program ini terus berlanjut karena sudah memberikan dampak positif. Sudah ada lebih dari 300 orang penderita penyakit mata buta dan katarak yang di bantu lewat program ini,” Ungkapnya.
Menurut dr. Kuji program ini melampaui bakti sosial lain di sebabkan oleh proses skrining dari tim Yayasan Tanpa Batas kepada para penderita penyakit mata sehingga proses nya berkelanjutan dari mulai tahap pemantauan, pemeriksaan kesehatan mata, hingga di fasilitasi untuk operasi katarak mata dan sampai masa penyembuhan pasca operasi masih di lakukan monitoring.
Skrining dapat terlaksana dengan baik lewat kerjasama dengan tenaga kesehatan di tingkat puskesmas hingga para kader posyandu di setiap pos dan tim Yayasan Tanpa Batas.
“Saya berharap program ini terus berlanjut. Karena sudah membawa dampak baik bagi masyarakat kabupaten kupang, dengan semakin banyak penderita penyakit mata buta dan katarak yang di bantu, berarti masa depan yang cerah hadir bagi masyarakat,” Terangnya.
Sementara itu Direktur Yayasan Tanpa Batas Deni Sailana mengungkapkan, Kunjungan dari CBM Global australia sangat baik. Pasalnya CBM Global dapat melihat langsung program I See berdampak di masyarakat terutama kepada penerima manfaat, dan dapat berjalan dengan baik.
Tak lupa Deni Sailana memberikan apresiasi tinggi kepada dinas kesehatan kabupaten kupang yang sangat mendukung program I See dengan melibatkan tenaga kesehatan yang ada di tingkat puskesmas hingga posyandu.
Di akui Deni, program I See untuk kesehatan mata masih awam di kalangan masyarakat, dan di pandang biasa. Tetapi dengan respon yang baik oleh pemerintah kabupaten kupang yang mendukung secara penuh, perlahan stigma masyarakat berubah.
“Dengan berjalan nya program I See, masyarakat sudah melihat dampak nya, dan kemudian mereka tertarik untuk mau aktif dalam kegiatan periksa kesehatan mata,” Ungkapnya.
Ia menambahkan jika di kabupaten kupang sendiri belum ada dokter spesialis mata sehingga saat proses operasi kepada pasien buta dan katarak harus di lakukan rujuk ke rumah sakit umum yang ada di kota kupang.
Menanggapi hal ini Deni Sailana berharap ke depan pemerintah kabupaten kupang dapat merespon dan segera menyiapkan dokter spesialis mata pada rumah sakit umum daerah milik kabupaten kupang.
Di jelaskan Deni, asuransi kesehatan yang telah di bayar oleh pemerintah kabupaten kupang yang kemudian di akses dan di gunakan oleh masyarakat bukan di kabupaten kupang tapi di kota kupang. Hal ini harusnya menjadi perhatian pemerintah kabupaten kupang sebagai investasi kesehatan jangka panjang yang dapat memberikan keuntungan.
“Selama ini kalau ada pasien yang operasi, kami harus rujuk ke kota kupang, di kabupaten kupang tidak ada dokter mata. Jika di biarkan terus yang untuk rumah sakit di kota, karena bisa claim asuransi itu. Kita rugi karena yang bayar jaminan kesehatan kita tapi yang claim wilayah lain,” Terangnya.
Lebih lanjut Deni mengatakan, dari 348 pasien buta dan katarak yang telah di fasilitasi Yayasan Tanpa Batas menerima rujukan untuk di operasi di rumah sakit yang ada di kota kupang.
“Jika di hitung per 1 pasien normal kalau lakukan operasi mata itu biaya nya berkisar 11 juta dari asuransi jika claim. Harus nya ini di pikirkan dan hadirkan dokter mata di kabupaten kupang juga, supaya bisa dapat keuntungan,”Jelasnya.

Dari rangkaian kunjungan CBM Global Australia di isi dengan kegiatan diskusi bersama dan kemudian di lanjutkan dengan kunjungan ke kelurahan Sonraen, kecamatan Amarasi Selatan.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
















