“Semua itu tidak benar, Simson Mbatu ini yang memperalat kondisi kesehatan kakak saya yang sedang terpuruk, ” imbuhnya.
Sementara itu, Karmi Dafa yang merupakan anak kandung Nehemia Dafa menegaskan pernyataan yang disampaikan tidak benar.
“Dalam ceritanya dibilang saya memegang kayu dan lakukan pengancaman, itu bapak kandung saya, bagaimana bisa. Semua masyarakat Kupang Barat ini tahu kalau Bapa sedang sakit,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Karmi Dafa mengisahkan, pada malam sebelumnya Simson Mbatu menjemput ayahnya dengan alibi hendak mengantarkan Nehemia Dafa menuju salah satu kediamannya yang berada di kota Kupang.
Tanpa diketahui keluarga Simson Mbatu turut membawa Nehemia Dafa menuju Polsek Kupang Barat untuk melakukan laporan polisi. Kemudian pada keesokan harinya memberikan pernyataan melalui media.
“Simson Mbatu ini jemput dirumah pakai motor, kemudian mampir di Polsek buat laporan kemudian tidur di Kupang. Besoknya panggil media untuk lakukan wawancara. Semua cerita itu tidak benar dan tidak pernah terjadi. Ini hanya provokasi Simson Mbatu untuk menyerang Kepala Desa,” ujarnya.
“Soal penyerobotan, itu kebun kami, itu lahan kami. Saya anak kandungnya, anak sulung. Yang kerja dan kelola itu Yoven, adik saya. Salahnya dimana. Simson Mbatu ini mencoba merusak keharmonisan keluarga kami, sangat memalukan,” tutupnya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















