“Santunan tentu tidak dapat menggantikan kehilangan orang yang dicintai. Namun, kami berharap santunan ini dapat menjadi bentuk kehadiran dan dukungan negara bagi keluarga yang sedang menghadapi masa duka,” tutur Awaluddin.
Perkembangan Evakuasi dan Penanganan Korban
Sejak proses evakuasi dimulai, Jasa Raharja telah bersiap menyiagakan petugas di wilayah Kalimantan Selatan dan Jawa Timur melalui posko-posko yang didirikan untuk melakukan pendataan serta verifikasi korban secara paralel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data hingga 2 Oktober 2026:
Total korban dievakuasi mencapai 188 orang (108 selamat dan 80 meninggal dunia).
Dari 80 korban meninggal dunia, 63 korban telah berhasil teridentifikasi, sedangkan 17 lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI).
Santunan telah diserahkan kepada 60 ahli waris korban meninggal dunia, biaya penguburan bagi 3 korban, serta jaminan biaya perawatan bagi 21 korban luka yang seluruhnya kini telah diperbolehkan pulang.
Awaluddin menegaskan bahwa Jasa Raharja terus berkoordinasi erat dengan Tim SAR, Tim DVI, Kepolisian, Pemerintah Daerah, rumah sakit, dan instansi terkait lainnya.
“Kami akan terus hadir dan bekerja bersama seluruh pihak, bukan hanya sampai hak korban terpenuhi, tetapi hingga seluruh proses penanganan korban dan keluarga dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Halaman : 1 2


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















