Dengan hasil ini, Cartel Lalendo A dipastikan melenggang ke partai puncak untuk menantang Transit FC. Sementara itu, Tunggadea FC harus puas berlaga di perebutan tempat ketiga menghadapi Mete Malam NBS.
Pelatih Cartel Lalendo A, Donni Holbala, mengungkapkan bahwa skema bertahan di babak kedua merupakan bagian dari rencana permainan yang disiapkan sejak awal.
“Tadi babak pertama katong coba menyerang, curi gol duluan dan berhasil. Jadi babak kedua katong coba main bertahan. Main tumpuk… enggak ada urusan sudah, Pak, bertahan sampai akhir dan katong menang. Memang dari sebelum main sudah disampaikan, kalau bisa curi gol di babak pertama, babak kedua katong bertahan,” ujar Coach Doni Holbala kepada AtlasNews.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menghadapi partai final pada Sabtu mendatang, Donni menegaskan timnya akan bekerja lebih keras dan membenahi beberapa evaluasi permainan.
Sementara itu, pahlawan kemenangan Cartel Lalendo A, Francisco Aksel Bulo, mengaku bersyukur atas gol tunggal yang dicetaknya sekaligus mengantar timnya mengukir catatan manis sepanjang tahun 2026.
“Ini gol yang sangat penting di partai semifinal karena membawa kami ke babak final. Puji Tuhan, dalam turnamen di Kupang tahun 2026 ini, ini final pertama kami setelah selama ini langkah kami selalu terhenti di semifinal. Kuncinya ada di kekompakan tim dan komunikasi yang baik untuk menahan tekanan lawan. Untuk final nanti, kami yakin dan optimis bisa meraih juara,” pungkas Aksel.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















