KUPANG, ATN – Kemenangan dramatis Transit FC atas Mete Malam NBS dalam laga semifinal Turnamen Sepak Bola Mini Kades Kuanheun Cup V, Senin (28/09/2026), melahirkan cerita inspiratif di lapangan hijau.
Adalah Seven Desmon Radja, pemuda penyandang disabilitas yang tampil sebagai pahlawan penentu kemenangan Transit FC dan membawa timnya melenggang ke partai puncak.
Di balik keterbatasan fisiknya, Seven menunjukkan bahwa semangat dan kecintaan terhadap olahraga sepak bola mampu menembus segala batasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai pemuda perantau asal Pulau Sabu yang saat ini menempuh pendidikan di Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang Fakultas Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR), sepak bola bukan sekadar hobi, melainkan passion yang telah ditekuni sejak kecil.
Keberanian dan Mental Baja di Titik Penalti
Seven, pemuda kelahiran 7 Desember 2003 dari pasangan Bapak Habakuk Radja dan Ibu Ludia Leppa, menceritakan perjalanannya hingga bisa bergabung dengan Transit FC.
Awalnya, ia datang merantau ke Kupang tanpa memiliki tim maupun kenalan. Berkat aktif berbaur di lingkungan tempat tinggalnya di Naimata, ia dilirik oleh official tim dan diajak bergabung sejak tahun 2022.

Halaman : 1 2 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















