Menjadi penentu kemenangan lewat titik penalti pada laga semifinal tentu membawa tekanan tersendiri. Namun, mahasiswa semester 9 ini membuktikan mental bertandingnya yang matang.
“Rasa-rasanya saat menjadi penentu hari ini ada deg-degan juga dalam eksekusi penalti. Tapi sebagai pemain, kita mesti butuh sedikit mental untuk memastikan tendangan kita masuk gol dan menang. Dengan kondisi seperti ini, karena sudah terbiasa dari kecil, jadi biasa saja,” ujar Seven dengan penuh percaya diri saat diwawancarai seusai pertandingan.
Ia juga menyampaikan rasa syukurnya dapat bergabung dan memberikan kontribusi nyata bagi tim Transit FC. Bagi Seven, kesempatan berlaga di lapangan dan disaksikan banyak penonton adalah sebuah kebanggaan tersendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penilaian Pelatih: Seven Adalah Peta Kunci Kemenangan
Apresiasi tinggi turut mengalir dari sang pelatih Transit FC, Yosep Sanam. Yosep menilai bahwa keterbatasan fisik sama sekali tidak mengurangi kualitas permainan Seven di lapangan.
“Seven ini dari segi permainan unggul semua. Kekurangannya hanya pada tangan saja, tapi dari semua sisi dia selalu unggul karena dia juga merupakan seorang atlet taekwondo dan atlet lari. Jadi dia menjadi salah satu kunci kemenangan bagi Transit FC dan sudah berkontribusi banyak untuk tim,” tegas Yosep Sanam.
Lebih lanjut, Yosep mengungkapkan bahwa Transit FC yang dihuni oleh mayoritas pemain asal Naimata ini siap menatap partai final yang akan digelar pada Sabtu mendatang.
Dengan persiapan matang dan semangat juang tinggi seperti yang ditunjukkan Seven Desmon Radja, Transit FC optimistis mampu meraih hasil maksimal di laga pamungkas.
Halaman : 1 2


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















