Melki menambahkan, langkah ini sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui produk-produk olahan berbasis peternakan.
Selain fokus pada pendidikan, Melki-Johni juga mengusulkan pembentukan pusat pembibitan ternak unggul. Pusat ini akan menjadi penunjang langsung bagi sekolah vokasi, sekaligus solusi untuk mengatasi penurunan kualitas bibit ternak yang selama ini banyak dijual ke luar daerah.

Melki berharap, pendekatan pendidikan vokasi dapat menjadi model bagi sektor lainnya di Sumba Barat, seperti pengolahan hasil bumi. Dia malah mendorong masyarakat untuk mengolah produk lokal agar memiliki nilai tambah sebelum dijual.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pendidikan vokasi akan menjadi langkah awal untuk memastikan hasil bumi dan ternak kita tidak hanya dijual mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tinggi yang menguntungkan masyarakat”, tegas Melki.
Pasangan Melki-Johni percaya bahwa investasi pada pendidikan vokasi akan menciptakan dampak jangka panjang bagi pengelolaan potensi lokal di Sumba Barat, menjadikan wilayah ini lebih mandiri dan berdaya saing di era modern. (*)
Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















