Dalam hal ini, PMI akan memperkuat ekosistem Jasa Raharja dengan memobilisasi sumber daya relawan, kemampuan evakuasi korban, serta pemanfaatan armada ambulans PMI yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Sebagai langkah awal, Jasa Raharja dan PMI berencana membentuk pilot project (proyek percontohan) di sejumlah daerah yang memiliki tingkat kerawanan kecelakaan yang relatif tinggi. Ketersediaan ambulans dan jaringan pelayanan PMI diharapkan menjadi model integrasi yang nantinya dapat direplikasi di wilayah lain.
Sementara itu, Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial PP PMI, Fachmi Idris, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, kolaborasi ini memiliki nilai strategis yang menggabungkan aspek edukasi keselamatan jalan dengan kemampuan respons cepat terhadap korban kecelakaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin ada upaya yang lebih masif untuk mengedukasi masyarakat mengenai road safety sehingga potensi terjadinya kecelakaan dapat ditekan. Namun apabila kecelakaan tetap terjadi, maka korban harus mendapatkan pertolongan pertama secepat mungkin. PMI memiliki kapasitas untuk itu, baik melalui relawan maupun jaringan yang menjangkau hingga tingkat desa,” kata Fachmi.
Fachmi juga mengapresiasi sistem pelayanan Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan yang dinilainya sudah sangat maju dan menjadi modal penting untuk membangun kolaborasi yang lebih luas.
Sebagai tindak lanjut konkret, Jasa Raharja dan Pengurus Pusat PMI langsung melanjutkan pembahasan draf Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Markas PMI Pusat pada Senin (13/07/2026).
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















