Ia juga menyoroti krisis pemain yang melanda timnya pada laga krusial tersebut, di mana ketidakhadiran enam hingga sembilan pemain inti membuat timnya kewalahan mengatur kebugaran fisik, ditambah keterbatasan opsi pergantian pemain di bangku cadangan. Kendati demikian, ia menyampaikan pesan tegas kepada seluruh skuad untuk senantiasa menjaga kehormatan daerah.
“Untuk seluruh pemain diharapkan untuk konsisten, bermain dengan hati untuk Kabupaten Kupang. Harga diri itu tetap ada untuk Kabupaten Kupang,” tegasnya.
Senada dengan sang pelatih, penyerang PS Kabupaten Kupang, Kristian Ora, mengakui bahwa timnya sempat menghadapi kendala non-teknis, termasuk masalah persiapan dan keterlambatan kedatangan yang memangkas waktu pemanasan optimal di lapangan. Hal tersebut sempat mempengaruhi ritme permainan dan konsentrasi lini per lini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Karena memang kondisi terlambat juga, tetapi tidak ada waktu pemanasan. Dengan sendirinya dalam pertandingan itu dengan kekompakan yang kita miliki, kita kurang maksimalkan sehingga di dalam pertandingan hari itu banyak kecolongan baik dari lini belakang, di tengah, sehingga di depan juga kurang maksimal,” ungkap Kristian.
Meski demikian, lini serang andalan Laskar Nunkilu ini tetap menatap babak selanjutnya dengan penuh rasa optimis yang tinggi demi memperbaiki performa tim secara keseluruhan.
“Untuk pertandingan selanjutnya, kami akan berusaha untuk bisa bermain dengan fokus dan bisa lebih baik lagi dari pertandingan sebelumnya. Masih optimis, semoga kedepannya bisa bermain dengan baik dan bisa lolos ke babak selanjutnya,” pungkasnya penuh semangat.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















