Ia menambahkan bahwa sebagai bagian dari transformasi ekosistem Danantara, Jasa Raharja memfokuskan layanan pada pengalaman serta kebutuhan masyarakat. Pendekatan Jasa Raharja tidak lagi sebatas menangani dampak kecelakaan (pasca-kejadian), melainkan hadir secara proaktif pada tahap sebelum, saat, hingga setelah peristiwa terjadi.
“Jasa Raharja tidak hanya hadir setelah risiko terjadi. Kami ingin mengambil peran sebelum, saat, dan setelah kecelakaan melalui upaya pencegahan, pelayanan yang cepat dan tepat, serta pendampingan kepada korban dan keluarga,” tambahnya.
Angka Fatalitas Masih Tinggi, Sinergi Lintas Sektor Diperkuat
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pentingnya penguatan keselamatan transportasi darat ini juga selaras dengan data yang dibeberkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan. Sepanjang tahun 2025, catatan Kepolisian menunjukkan sebanyak 24.296 jiwa melayang akibat kecelakaan lalu lintas.
Aan menegaskan bahwa pembangunan jaringan konektivitas dan aksesibilitas antarwilayah tidak akan berarti tanpa adanya jaminan keselamatan.
“Transportasi harus mampu membangun konektivitas antardaerah dan antarmoda sehingga memberikan akses yang lebih baik bagi kegiatan ekonomi, pendidikan, sosial, dan budaya. Namun, konektivitas tersebut harus dibangun dengan mengutamakan keselamatan,” ujar Aan.
Kemenhub juga mengapresiasi hubungan historis yang kuat dengan ORGANDA sejak didirikan pada tahun 1963. Pemerintah berharap ORGANDA terus menjadi wadah yang berintegritas dan menjadi jembatan aspirasi antara pengusaha angkutan dan pembuat kebijakan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















