Pembangunan ini juga dirancang sebagai solusi jalur penyeberangan masyarakat Semau menuju Kota Kupang.
Magnet Wisata Religi Nasional dan Internasional
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Lakalena, menyambut optimistis proyek ini. Ia menilai Monumen Kristus Memberkati berpotensi besar menahan laju belanja wisata religi masyarakat Indonesia ke luar negeri, sekaligus menjadi poros baru rantai destinasi religi di NTT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini bisa menjadi destinasi wisata religi berskala nasional bahkan internasional. Nantinya dapat dikoneksikan dengan destinasi lain di NTT, seperti fenomena air menjadi anggur di Soe maupun tradisi Semana Santa di Larantuka. Orang pasti akan transit melalui Kupang,” jelas Melkiades.
Dukungan Penuh dan Simbol Toleransi
Dukungan penuh juga mengalir dari DPRD Kabupaten Kupang. Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas, menekankan bahwa pembangunan ini tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga mengusung pesan persaudaraan dan toleransi antarumat beragama.
“Pembangunan ini diharapkan menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa hidup dalam kasih Tuhan, menjaga persaudaraan, serta membangun kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis. Kehadiran ikon ini diharapkan mampu meningkatkan ekonomi warga Semau melalui sektor UMKM dan perdagangan,” tutur Daniel.
Acara peletakan batu pertama tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta lintas pemuka agama (Pendeta dan Pastor) yang memanjatkan doa bersama bagi kelancaran pembangunan.
Halaman : 1 2


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















