“Data stunting di Desa Tesabela tahun 2024 cukup tinggi, ada 22 anak. Tahun 2025 alami penurunan dan tinggal 18 anak. Ini menjadikan Desa kami sebagai daerah dengan prevalensi stunting tertinggi dan sebagai salah satu desa penyumbang angka stunting di Kecamatan Kupang Barat sebesar 13,5 persen. Tahun 2026 kami akan lebih serius, Dana Desa akan kami efektifkan untuk tekan angka stunting”, ujarnya.
Melalui kebijakan alokasi Dana Desa untuk stunting ini, Matias Dafa berharap penanganan akan lebih merata, menyentuh langsung masyarakat, dan mampu menurunkan angka stunting secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.
Upaya ini juga diharapkan mendorong keterlibatan aktif pemerintah desa dalam menyukseskan program nasional percepatan penurunan stunting.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Plt. Camat Kupang Tengah, James Ating dalam menegaskan Pemerintah Desa Tesabela agar serius menekan angka prevalensi stunting di daerahnya.
Bagi James Ating, stunting menjadi isu strategis pemerintah Kecamatan Kupang Barat pada tahun 2025, untuk itu ia mengharapkan sinergitas dan kolaborasi lintas sektor sebagai upaya mencetak generasi emas tahun 2045.
“Kalau kita mau generasi kita mendatang menjadi generasi emas, kunci nya dari sekarang. Pemdes Tesabela harus serius tanggulangi stunting. Stunting bisa kita cegah, bisa kita hindari”, tegasnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















