Korban Serangan Buaya di Kupang Barat Bertambah, Ini Imbauan BBKSDA!

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 18 Maret 2025 - 12:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 327 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ilustrasi buaya (red)

Foto: ilustrasi buaya (red)

Kupang, AtlasNews Serangan buaya muara di Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, tepat nya di danau Tuadale kini kembali memakan korban. kali ini menimpa seorang nelayan bernama Oskar Loluk.

Warga Dusun II, Desa Lifuleo ini mendapat serangan buaya saat melakukan kegiatan menjaring ikan di danau Tuadale.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi NTT, Arief Mahmud kepada media ini mengkonfirmasi kejadian tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Benar, kejadian serangan buaya kembali terjadi di lokasi yang sama yakni di danau Tuadale tadi pagi dan satu korban alami luka di pergelangan tangan kanan”, ujar Arief Mahmud, lewat panggilan telepon pada Selasa (18/03) pagi.

Pada kesempatan tersebut Arief Mahmud menghimbau agar masyarakat tetap berhati hati saat melakukan aktifitas di sekitar danau Tuadale.

Dikatakan Arief Mahmud, danau Tuadale yang berlokasi di Desa Lifuleo tersebut merupakan lokasi Konservasi dan juga merupakan habitat buaya muara.

“Danau Tuadale bukan merupakan lokasi untuk mencari ikan atau berwisata tetapi itu merupakan lokasi Konservasi, dan kami telah memasang papan informasi larangan beraktivitas di sekitar danau”, ungkapnya.

Ia juga menghimbau masyarakat Desa Lifuleo untuk melakukan kegiatan seperti memancing, menebar jala di luar lokasi danau Tuadale mengingat resiko serangan buaya bisa terjadi kapan saja.

Baca Juga :  Gubernur NTT Puji Kemeriahan Prosesi Paskah 2026 di Kabupaten Kupang: "Satu-satunya yang Semeriah Ini"

Berita Terkait

Komisi II DPR RI Tegaskan Larangan Pemberhentian PPPK, Perjuangkan Status PNS, dan Penuh Waktu
Nasib PPPK Terjamin, Komisi II DPR RI dan Kemendagri Beri Sinyal Positif.!!!
Pemdes Nitneo Gelontorkan Rp 20,4 Juta untuk BLT Tahap I Tahun 2026
Pemdes Sumlili Salurkan BLT Dana Desa 2026, Tekankan Kepatuhan Administrasi dan Kesehatan bagi Penerima
Sidak di SPPG Sillu: Bongkar ‘Permainan’ Supplier hingga Dugaan Mal-administrasi.!!!
Diduga Keracunan MBG, Delapan Siswa dan Seorang Guru di Takari Jalani Observasi Medis
SPPG Sillu Belum Kantongi SLHS, Dinkes: Ajukan Visitasi atau Terancam Ditutup Permanen 
Tata Kelola Dapur Amburadul, Pemkab Kupang Akhirnya “Kunci” Operasional. SPPG Sillu Ditutup Sementara.!!

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:28 WITA

Komisi II DPR RI Tegaskan Larangan Pemberhentian PPPK, Perjuangkan Status PNS, dan Penuh Waktu

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:00 WITA

Nasib PPPK Terjamin, Komisi II DPR RI dan Kemendagri Beri Sinyal Positif.!!!

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:08 WITA

Pemdes Nitneo Gelontorkan Rp 20,4 Juta untuk BLT Tahap I Tahun 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:10 WITA

Pemdes Sumlili Salurkan BLT Dana Desa 2026, Tekankan Kepatuhan Administrasi dan Kesehatan bagi Penerima

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:17 WITA

Diduga Keracunan MBG, Delapan Siswa dan Seorang Guru di Takari Jalani Observasi Medis

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:50 WITA

SPPG Sillu Belum Kantongi SLHS, Dinkes: Ajukan Visitasi atau Terancam Ditutup Permanen 

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:18 WITA

Tata Kelola Dapur Amburadul, Pemkab Kupang Akhirnya “Kunci” Operasional. SPPG Sillu Ditutup Sementara.!!

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:59 WITA

Kondisi IPAL SPPG Sillu Memprihatinkan, Dinkes Kabupaten Kupang Diduga “Cuek”

Berita Terbaru