Kupang, AtlasNews – Serangan buaya muara di Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, tepat nya di danau Tuadale kini kembali memakan korban. kali ini menimpa seorang nelayan bernama Oskar Loluk.
Warga Dusun II, Desa Lifuleo ini mendapat serangan buaya saat melakukan kegiatan menjaring ikan di danau Tuadale.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi NTT, Arief Mahmud kepada media ini mengkonfirmasi kejadian tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Benar, kejadian serangan buaya kembali terjadi di lokasi yang sama yakni di danau Tuadale tadi pagi dan satu korban alami luka di pergelangan tangan kanan”, ujar Arief Mahmud, lewat panggilan telepon pada Selasa (18/03) pagi.
Pada kesempatan tersebut Arief Mahmud menghimbau agar masyarakat tetap berhati hati saat melakukan aktifitas di sekitar danau Tuadale.
Dikatakan Arief Mahmud, danau Tuadale yang berlokasi di Desa Lifuleo tersebut merupakan lokasi Konservasi dan juga merupakan habitat buaya muara.
“Danau Tuadale bukan merupakan lokasi untuk mencari ikan atau berwisata tetapi itu merupakan lokasi Konservasi, dan kami telah memasang papan informasi larangan beraktivitas di sekitar danau”, ungkapnya.
Ia juga menghimbau masyarakat Desa Lifuleo untuk melakukan kegiatan seperti memancing, menebar jala di luar lokasi danau Tuadale mengingat resiko serangan buaya bisa terjadi kapan saja.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















