KUPANG, ATN – Perubahan desil yang merujuk pada pergeseran atau perpindahan posisi pengelompokan kesejahteraan ekonomi suatu rumah tangga atau individu dalam skala desil (1 sampai 10), biasanya digunakan dalam Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial.
Menariknya, perubahan desil tersebut kini menjadi sorotan publik dan mendapat sejumlah keluhan masyarakat. Hal ini pula dirasakan oleh warga Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.
Kepala Desa Manusak, Arthur Ximenes, kepada AtlasNews, Kamis (03/09/2026) menyampaikan sejumlah temuan dan keluhan masyarakat terkait ketidaksesuaian pendataan penerima bantuan sosial (bansos) serta dampak indikasi aktivitas judi online terhadap penerimaan bantuan di wilayahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyaluran Bansos Tak Tepat Sasaran akibat Desil Keliru
Arthur Ximenes mengungkapkan adanya ketidaksesuaian antara kondisi riil ekonomi warga dengan tingkat desil yang tercatat di data pemerintah. Ia mencontohkan kasus seorang lansia janda yang hidup di bawah standar minimum, namun justru terdaftar masuk ke dalam Desil 10 (kategori masyarakat mampu).
Padahal, lansia tersebut membutuhkan perhatian khusus hingga harus dibantu secara fisik saat menerima bantuan kursi roda dari Dinas Sosial atas arahan Bupati.
“Orang yang dianggap kehidupannya di bawah standar minimum malah masuk di Desil 10, artinya dianggap orang paling kaya. Padahal dia janda lansia. Setiap rapat kita ingatkan masyarakat agar proaktif mengecek dan mengurus jika ada ketidaksesuaian data,” ujar Arthur Ximenes.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















