Antara Kertas Statistik dan Realitas Hidup: Mengapa Banyak Warga Mendadak ‘Naik Kelas’ Desil?

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 4 September 2026 - 20:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 1 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi Desil. sumber: Kementerian Sosial

Foto: Ilustrasi Desil. sumber: Kementerian Sosial

ATN – Antara Kertas Statistik dan Realitas Hidup, Jeritan batin seperti itu boleh jadi tengah bergema di benak banyak kepala keluarga. Mereka yang setiap harinya dipaksa bersahabat dengan kalkulator kehidupan, meraba sisa beras di karung, memutar otak demi SPP anak, hingga menahan napas memastikan voucher listrik bertahan sampai penghujung bulan.

Bayang-bayang kecemasan kian memuncak tatkala musibah sakit tiba-tiba datang tanpa permisi. Penghasilan yang kuis-kuisan, atap rumah yang bersahaja, serta ketiadaan aset berharga adalah potret nyata keseharian mereka.

Namun, alangkah terkejutnya ketika lembar data kesejahteraan justru menempatkan mereka di kelompok desil atas. Di sinilah badai keresahan itu menghempas. Rasa ironis membuncah: “Bila tercatat mampu, mengapa untuk sekadar menyambung hidup esok hari saja harus mandi keringat dan berdarah-darah?”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kelesuan akibat sengkarut data desil ini belakangan bukan lagi sekadar riak di media sosial, melainkan telah menjadi bola liar di belakangan hari. Di berbagai sudut daerah, warga berbondong-bondong menyampaikan keberatan. Kota Medan menjadi salah satu saksi bisu betapa penjelasannya memicu tanda tanya besar di Dinas Sosial setempat, hingga terucap penegasan bahwa pemeringkatan tersebut murni ranah Badan Pusat Statistik (BPS).

Setali tiga uang, gedung DPRD Surabaya turut dibanjiri aspirasi serupa usai lonjakan tingkat desil warga berimbas langsung pada putusnya akses bantuan sosial. Jagat maya pun tak kalah bising oleh pengakuan warga yang mendadak “naik kelas” ke desil 9 atau 10, meski kondisi riil mereka jauh dari kemewahan seorang juragan.

Lantas, jemari siapa yang patut ditunjuk?

Nanti dulu. Ada baiknya publik tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan sempit. BPS telah meluruskan bahwa angka desil bukanlah stempel mutlak untuk memutus siapa yang kaya dan siapa yang miskin. Desil sejatinya adalah pemetaan posisi relatif suatu keluarga di tengah populasi berdasarkan indikator sosial-ekonomi.

Baca Juga :  Mengurai Politik Identitas Dan Politik Uang: Tantangan Menuju Pilkada 2024 Yang Bersih Dan Adil

Berita Terkait

Menepis Kritik dengan Etika: Ketika Jemari di Media Sosial Melupakan Jasa Para Abdi Negara
Pinjaman Daerah: Langkah Berani Membangun Negeri, Bukan Beban Masa Depan
Arah Angin di Bumi Flobamora: Menakar Kunjungan Jokowi ke Kupang
Beli Meja-Kursi Pakai Dana BOS, Boleh atau Melanggar Hukum? Ini Aturannya.!!!
“Terimakasih Hamba Tuhan, Bapa Bupati Kabupaten Kupang “
Melalui Program Asta Rinja: Peningkatan Kinerja Organisasi, Legitimasi dan Reputasi Menuju Perubahan
Transformasi Ekonomi dan Industrialisasi Nusa Tenggara Timur: Tantangan dan Solusi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Resmi Dilantik! Yosef Lede Dan Aurum Titu Eki Berhasil Runtuhkan Hegemoni Dan Oligarki

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 19:53 WITA

Kades Manusak Soroti Masalah Perubahan Desil Bantuan Sosial dan Kasus Indikasi Judi Online 24 Warga

Jumat, 4 September 2026 - 10:55 WITA

Realisasi Pajak Kendaraan di Kabupaten Kupang Tunjukkan Tren Positif, Capai Rp29 Miliar Lebih per Agustus

Jumat, 4 September 2026 - 07:34 WITA

Wujud Aksi Nyata: Jan Pieter Windy Perkuat Sarana Polsek Amarasi Lewat Bantuan Komputer

Kamis, 3 September 2026 - 15:04 WITA

Dapat Tambahan DAU 174 M, Bupati Kupang Yosef Lede: Terimakasih Presiden Prabowo

Kamis, 3 September 2026 - 11:48 WITA

Hadiri Rakor Optimalisasi PAD Sumut, Jasa Raharja Dorong Penguatan Sinergi dan Pelayanan Samsat

Rabu, 2 September 2026 - 20:12 WITA

Lobi Gesit Bupati Yosef Lede Berbuah Manis, Boyong Hibah 7 Unit Mobil Innova dan Dental Kit dari Kemenkeu

Selasa, 1 September 2026 - 08:11 WITA

Buka Turnamen Kades Kuanheun Cup V, Bupati Kupang Serukan Sportivitas dan Gelontorkan Bantuan Rp50 Juta

Selasa, 1 September 2026 - 08:01 WITA

Bupati Yosef Lede Jawab Keluhan Petani Desa Nitneo, Salurkan 2 Ton Pupuk Hingga Janjikan Alsintan

Berita Terbaru