Oleh: Johanis Kuahaty, S.I.P (Mahasiswa Magister Ilmu Administrasi Undana)
AtlasNews. ID – Menjelang Pilkada yang akan berlangsung pada 27 November 2024, kita dihadapkan pada dua tantangan utama yang kian menggerogoti integritas dan kualitas demokrasi kita: Politik Identitas dan Politik Uang.
Kedua fenomena ini, meski sering kali dianggap sebagai strategi pragmatis dalam arena politik, sebenarnya memperparah perpecahan sosial dan merusak kepercayaan publik terhadap sistem pemilihan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Politik identitas memanfaatkan isu-isu sensitif seperti agama, etnis, dan ras untuk meraih dukungan, yang sering kali mengakibatkan polarisasi dan konflik di masyarakat.
Sementara itu, Politik Uang atau money politics merusak esensi demokrasi dengan memungkinkan calon yang memiliki sumber daya finansial berlebih untuk membeli dukungan, sehingga calon yang lebih berkualitas namun kurang berpunya terpaksa tersisih.
Untuk memastikan Pilkada 2024 berlangsung bersih dan adil, kita memerlukan penegakan hukum yang tegas, transparansi dalam pendanaan kampanye, dan partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi proses pemilihan.
Hanya dengan langkah-langkah tersebut kita dapat memperbaiki kualitas demokrasi dan memastikan bahwa pemilihan benar-benar mencerminkan aspirasi rakyat.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
















