Kepala Desa Lifuleo, Swingli Say yang ditemui di ruang kerjanya mengaku bersyukur atas konsistensi PT PLN (Persero) wilayah NTT yang telah melaksanakan hasil kesepakatan bersama warga usai menerima sejumlah keluhan.
Sebagai Pemerintah Desa, Swingli Say juga menegaskan jika pihaknya merupakan perpanjangan tangan dari aspirasi warga yang telah diperjuangkan sejak PLTU Timor 1 berdiri.
“Kami Pemerintah Desa hanya sebagai penyalur apresiasi, tentu kami tidak bisa bekerja sendiri, dengan bantuan sejumlah pihak seperti anggota DPRD Kabupaten Kupang sehingga pergumulan warga dapat dijawab oleh PT PLN”, ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Absalom Buy yang ditemui terpisah di kediamannya di Desa Bolok (23/06) siang mengatakan dengan dirampungkan pekerjaan jalan di Desa Lifuleo merupakan bukti adanya koordinasi bersama Warga, PT PLN (Persero) wilayah NTT, Pemerintah Desa dan dirinya sebagai wakil rakyat telah berjalan dengan baik.
Sebagai wakil rakyat yang akrap disapa Ady Buy ini menegaskan bahwa sikap kritis warga Desa Lifuleo telah disampaikan melalui sejumlah keluhan kepadanya hingga terjadi aksi penutupan jalan dan puncaknya telah dilakukan musyawarah bersama pada bulan Januari 2025.
“Saat aksi penutupan jalan terjadi, saya ada dilokasi, saya jadi mediator antara PLN dan warga Desa Lifuleo. Hasil kesepakatan, jalan tersebut akan dikerjakan dalam kurun waktu 6 bulan setelah musyawarah itu terjadi. Namun, sebelum batas waktu 6 bulan berakhir jalan itu sudah dikerjakan”, jelasnya.
“Sebagai wakil rakyat saya ucapkan terima kasih kepada PT PLN (Persero) wilayah NTT. Harapannya jalan ini bisa terjaga dan terawat dengan baik”,tambahnya.
Absalom Buy berharap sejumlah kekurangan dari pekerjaan jalan seperti keberadaan bahu jalan dapat diperhatikan oleh PT PLN NTT guna minimalisir resiko kecelakaan para pengguna jalan.

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















