Oelamasi, AtlasNews. ID – Masyarakat Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT, saat ini sedang mengalami krisis air bersih.
Sementara di wilayah Desa Oelnasi terdapat salah satu bendungan terbesar di Kabupaten Kupang yakni bendungan Tilong, namun belum dapat memberi manfaat.
Kepala Desa Oelnasi, Yusak Leinati usai dijumpai awak media di ruang kerja pada Selasa (06/08/2024) pagi mengatakan, bendungan Tilong baginya hanya sebuah pajangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pasalnya, bendungan yang di bangun pada tahun 1998 kemudian diresmikan pada tahun 2001 itu tidak menyuplai ketersediaan air bersih bagi Desa Oelnasi secara maksimal.
“Ini bendungan hanya pajang saja di Oelnasi, tidak maksimal suplai air bersih kepada warga Desa”, ucap Yusak Leinati.
Dikatakan, pemanfaatan air hanya terbatas pada saluran irigasi namun belum digunakan untuk penuhi kebutuhan air bersih.
Untuk mengantisipasi krisis air, orang nomor satu di Desa Oelnasi itu telah menganggarkan sejumlah dana dari APBDes untuk pembangunan infrastruktur sumur bor.

“Sejak awal masa jabatan saya sampai hari ini saya sudah bangun sumur bor di 6 titik dan akan saya tambahkan di tahun berikut. Ini semata mata untuk warga Desa dapat menikmati air bersih”, ujarnya.
Ia mengakui, dengan intervensi dana Desa yang telah disetujui bersama dalam program prioritas, kebutuhan akan air bersih bagi warga dapat terakomodir dengan baik.
“Saya lakukan segala upaya untuk penuhi kebutuhan air bersih warga desa, kalau anggaran belum ada, kami pinjam dulu di pihak ketiga. Asal sumur bor ada untuk mereka dan Puji Tuhan saat ini sudah terlaksana meskipun sebagian wilayah desa Oelnasi belum terlayani secara maksimal”, ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Yusak Leinati menyampaikan bahwa pihaknya sudah pernah berkoordinasi dengan pengelola bendungan Tilong namun sampai saat ini belum terlaksana.
Dirinya berharap, keberadaan bendungan Tilong tidak hanya sebagai pajangan namun dapat memberi manfaat lebih kepada masyarakat terutama untuk ketersediaan sarana air bersih.
“Semoga keluhan kami dapat di dengar oleh pemerintah”, tutupnya.

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
















