“Ada beberapa tanaman yang sempat mati, tapi saya relakan saja. Kita merayakan pesta kemerdekaan ini bersama-sama di sini. Saya ikhlas memberikan pinjam pakai lahan ini, bahkan jika tahun depan ingin digunakan kembali dengan cara yang sama, saya sangat bersedia karena tujuannya demi kebaikan bersama,” tambahnya.
Terkait dengan adanya potensi pendapatan dari retribusi atau pungutan sewa stan pameran, Masrik juga secara bijak telah berkoordinasi dengan pemerintah desa agar ada pembagian kontribusi yang adil untuk perawatan dan penggunaan lahan tersebut.
Kepala Desa Sillu: Kerja Maraton dan Sinergi Adat untuk Lokasi Strategis
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Sillu menjelaskan bahwa penunjukan Desa Sillu sebagai pusat perayaan HUT ke-81 RI tingkat Kecamatan Fatuleu merupakan buah dari kerja cepat dan gotong royong seluruh elemen masyarakat.
Awalnya kegiatan direncanakan di pusat kantor kecamatan, namun keterbatasan lokasi membuat pemerintah kecamatan dan para kepala desa sepakat memindahkannya ke Desa Sillu.
“Memindahkan lokasi pameran dan upacara dalam waktu dua minggu tentu bukan hal mudah. Namun, berkat antusiasme dan kerja maraton warga Desa Sillu secara manual, persiapan tempat ini bisa terwujud secara luar biasa,” ungkap Kepala Desa Sillu.
Ia menceritakan bahwa pihak desa bersama Ketua Lembaga Adat Desa Sillu mendatangi langsung pemilik lahan secara kekeluargaan dan pendekatan adat. Lahan milik Masrik Lalan dipilih karena dinilai sangat strategis dan memiliki akses jalur utama yang mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















