Menemukan Tuhan di Titik Nadir
Menariknya, pengalaman spiritual Robinson justru tidak memuncak saat segala sesuatu berjalan mulus. Ia justru “bertemu” dengan Tuhan di titik paling rapuh dalam hidupnya.
Bagi Robinson, Paskah kali ini memberinya pelajaran teologis yang sangat personal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tuhan tidak selalu mengubah keadaan secara instan, namun Ia memperluas kapasitas hati untuk bertahan.
Masalah tidak selalu dihilangkan, tetapi damai sejahtera diberikan tepat di tengah kekacauan.
“Sedikit demi sedikit, langkah demi langkah, Tuhan tuntun kami bahkan ketika kami sendiri tidak tahu harus melangkah ke mana,” tuturnya mengenang masa-masa krusial persiapan.
Dari Ketakutan Menjadi Kesaksian
Apa yang beberapa bulan lalu dianggap mustahil, kini terbentang nyata di depan mata. Prosesi Paskah 2026 ini bukan sekadar seremoni rutin tahunan, melainkan monumen hidup dari doa-doa yang dijawab.
Robinson menegaskan bahwa keberhasilan acara ini bukan karena kehebatan manajerialnya semata. Ia menolak disebut sebagai ketua yang hebat; ia lebih memilih dikenal sebagai pribadi yang lemah namun tidak pernah ditinggalkan oleh Sang Khalik.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















