Guna menindaklanjuti temuan tersebut, pihak sekolah telah mengambil langkah cepat dengan mengamankan sampel makanan untuk diuji di laboratorium Dinas Kesehatan.
Penjelasan Pihak Puskesmas
Kepala Puskesmas Takari, Debi Hamid, membenarkan adanya laporan mengenai siswa dan guru yang mengalami gejala mual serta muntah setelah menyantap makanan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, pihak medis menekankan bahwa status “keracunan” saat ini masih bersifat dugaan.
“Hal ini dilakukan tentunya untuk memastikan apakah para siswa benar-benar mengalami keracunan atau disebabkan oleh faktor lain. Saat ini kami belum berani mengatakan ini keracunan, ini baru dugaan,” tegas Debi saat dikonfirmasi melalui panggilan telepon, Sabtu (6/6/2026).
Debi menambahkan bahwa tim medis Puskesmas Takari telah melakukan observasi ketat terhadap para korban. Hingga saat ini, kondisi sebagian siswa terpantau membaik.
“Dari jumlah siswa yang terindikasi, sebanyak lima siswa sudah diperbolehkan pulang. Kami dari Puskesmas Takari masih terus memantau perkembangan kesehatan para siswa yang tersisa,” tutupnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















