Pelayanan RSUD Naibonat Buruk, Bahkan Ada Arogansi Oknum. Yohanis Mase: Geram! Harus Di Evaluasi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 6 Januari 2024 - 01:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 356 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oelamasi, AtlasNews.ID – Pelayanan rumah sakit umum daerah(RSUD) Naibonat kepada pasien dinilai sangat buruk dan arogansi tenaga kesehatan rumah sakit milik pemerintah kabupaten kupang itu sudah diluar batas, bahkan terkesan tidak beretika.

Pelayanan RSUD Naibonat terkesan tidak manusiawi, dikarenakan salah satu pasien kritis asal desa Pantulan, kecamatan sulamu yang ditelantarkan dan tidak dilayani karena belum membayar biaya administrasi.

Hal tersebut disampaikan oleh wakil ketua DPRD kabupaten Kupang, Yohanis Mase kepada awak media, Jumat(05/01/2024) sore, di depan gedung instalasi gawat darurat(IGD) usai bertemu pasien yang ditelantarkan oleh pihak rumah sakit umum naibonat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yohanis Mase mengungkapkan kekesalannya terdapat tindakan yang di lakukan oleh tenaga kesehatan yang ada di RSUD Naibonat.

Dirinya mengaku geram atas arogansi yang ditunjukan oleh salah satu oknum dokter yang membuat wakil ketua DPRD kabupaten kupang tersebut berkunjung langsung untuk memastikan kondisi pasien yang ditelantarkan oleh pihak RSUD Naibonat.

Yohanis Mase menjelaskan bahwa, ini merupakan persoalan pasien yang tidak mampu membayar biaya administrasi dan kemudian tidak dilayani.

“Mereka mengaku tidak mampu bayar biaya dan kemudian hendak membawa pulang pasien kritis tersebut kembali ke rumah. Tapi dari pihak rumah sakit anjurkan mereka untuk mencari kendaraan sendiri. Kerena itu mereka menelpon saya dan sampaikan informasi tersebut. Informasi yang saya dapat dari keluarga pasien kemudian saya konfirmasi lewat sambungan telpon ke pihak dokter,” jelasnya.

Pimpinan DPRD Kabupaten Kupang itu mengatakan, dirinya siap membayar berapapun jumlah administrasinya dan biaya yang di butuhkan dengan catatan pasien itu harus dilayani terlebih dahulu.

“Saya sempat berdebat dengan salah satu oknum yang sedang bertugas. Menurut saya pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh staf rumah sakit dan tenaga kesehatan disini sangat buruk. Mereka lebih mementingkan biaya administrasi ketimbang rasa kemanusiaan mereka terhadap pasien,” ujarnya.

Politisi PDIP itu juga menyampaikan rasa kesalnya terhadap umpatan salah seorang oknum dokter saat berkomunikasi via panggilan telpon.

Menurutnya oknum tersebut sudah lancang dengan menantangnya dengan nada arogan dan sudah tidak beretika layaknya seorang dokter atau tenaga kesehatan yang melayani masyarakat.

“Saat saya telpon dokter tadi, saya sudah jelaskan siapa saya. Namun sepintas ada narasi menantang yang diucapakan salah satu oknum yang mengatakan “lu datang sudah”. Saya sangat kesal dengan ucapan itu. Saya ini pimpinan DPRD yang sudah perjuangkan aspirasi dan kesejateraan mereka di ruang dewan, kenapa saya diperlakukan tidak manusiawi. Kalau sekelas saya selaku pimpinan dewan sudah seperti itu, bagaiamana dengan masyarakat biasa?,” ujar Yohanis Mase dengan nada kesal.

Baca Juga :  Pj. Gubernur NTT Ajak Pimpinan OPD Terus Berinovasi dan Wujudkan Pelayanan Prima

Dalam waktu dekat beber Yohanis Mase, dirinya akan menggelar Rapat Dengar Pendapat(RDP) dan mengundang semua yang bertugas saat pasien dari sulamu tersebut tidak dilayani, kemudian Kepala Tata Usaha(KTU) rumah sakit umum daerah Naibonat, Dokter, kepala dinas kesehatan dan semua yang terkait untuk hadir.

Pada kesempatan itu juga, Yohanis Mase lewat publikasi media meminta kepada Bupati Kupang untuk segera lakukan evaluasi kinerja kepada seluruh staf, tenaga medis dan jajaran struktural rumah sakit umum daerah(RSUD) Naibonat.

“Teman teman media tolong publish berita ini. Saya minta Bupati segera evaluasi, kalau bisa ganti saja mereka yang terbukti tidak melayani masyarakat dengan baik. Mungkin mereka sudah terlalu lama bertahan disini, jadi pindahkan saja. Masih banyak yang mau kerja ditempat ini. Dokter, perawat, KTU, Direktur, semua yang lama ganti saja,” tegasnya.

“Saya berharap, dengan kejadian ini jadi pelajaran bagi mereka agar pelayanan kedepan lebih baik lagi kepada masyarakat kabupaten kupang. Rumah sakit ini sudah dapat citra buruk di mata masyarakat, ada yang kritis masuk sini bukan sembuh malah makin sakit hanya karena ulah beberapa oknum,” tambahnya.

Pelayanan RSUD Naibonat Buruk, Bahkan Ada Arogansi Oknum. Yohanis Mase: Geram! Harus Di Evaluasi
Foto: Gedung RSUD Naibonat.

Sementara itu, Kepala Tata Usaha(KTU) Rumah sakit umum daerah(RSUD) Naibonat, Jemi Haning, usai di konfirmasi via sambungan telpon oleh awak media mengatakan, dirinya sudah terlebih dahulu berkomunikasi dengan Wakil Ketua DPRD, Yohanis Mase, terkait persoalan pasien yang ditelantarkan pihak rumah sakit.

Jemi Haning mengungkapkan bahwa persoalannya ada pada arogansi salah satu oknum kepada pimpinan DPRD dengan narasi tidak beretika.

Dirinya meminta maaf atas perilaku para petugas kesehatan yang ada di RSUD Naibonat dan berjanji akan segera melakukan rapat evaluasi pada hari senin(08/01/2024) agar dapat memberi efek jerah kepada oknum tersebut.

“Saya sudah komunikasi dengan beliau, Atas nama Pimpinan RSUD Naibonat saya meminta maaf atas perilaku staf saya. Ini juga murni kesalahan saya. Ini merupakan tindakan yang tidak beretika. Bagaimana seorang pimpinan dewan diperlakukan seperti itu,” terangnya.

Terkait Rapat Dengar Pendapat(RDP) yang akan di lakukan ungkap Jemi Haning, pihaknya berharap ditunda dulu sampai evaluasi yang dilakukan RSUD Naibonat Selesai.

” RDP merupakan kewengan dewan, namun ijinkan kami untuk lakukan pembenahan dari dalam dulu. Saya mau cari tahu siapa yang ucapkan bahasa kasar itu kepada pimpinan dewan,” ujarnya.

Baca Juga :  Ranperda SOTK Pemkab Kupang Diketuk, 44 OPD Dirampingkan! : Miskin Struktur Namun Kaya Fungsi

Jemi Haning mengatakan kejadian ini merupakan pembelajaran penting bagi RSUD Naibonat dan kepadanya selaku pimpinan. Dan juga sebagai peringatan untuk lebih memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat kabupaten kupang.

Berita Terkait

Bupati Kupang Siapkan Langkah “Ekstrem”: Ancam Batalkan Pokir DPRD demi Gaji PPPK
Bupati Kupang Tegaskan Keterlambatan Gaji PPPK Masalah Nasional, Bantah Tudingan Pengalihan Anggaran
FLLAJ Sumba Barat Perkuat Sinergi Lintas Instansi demi Tingkatkan Keselamatan Lalu Lintas
Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Direktur Operasional Jasa Raharja Tinjau Samsat Rajabasa
Nasib SPBU Oekabiti: 4 Tahun Andalkan Genset, PLN Tak Kunjung Datang
2 Pekan Tutup, SPBU Sulamu Dijadwalkan Akan Buka Kembali. Manajemen Ungkap Alasannya.!!
Dua Pekan SPBU Sulamu ‘Mati Suri’, Rakyat Menjerit.!!! Harga Eceran Tembus 20 Ribu
Perdana di Sulamu! Siswa SDN Pitay Sumringah Terima MBG.!

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:44 WITA

Bupati Kupang Siapkan Langkah “Ekstrem”: Ancam Batalkan Pokir DPRD demi Gaji PPPK

Kamis, 18 Juni 2026 - 07:24 WITA

Bupati Kupang Tegaskan Keterlambatan Gaji PPPK Masalah Nasional, Bantah Tudingan Pengalihan Anggaran

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:24 WITA

FLLAJ Sumba Barat Perkuat Sinergi Lintas Instansi demi Tingkatkan Keselamatan Lalu Lintas

Minggu, 14 Juni 2026 - 09:58 WITA

Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Direktur Operasional Jasa Raharja Tinjau Samsat Rajabasa

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:10 WITA

2 Pekan Tutup, SPBU Sulamu Dijadwalkan Akan Buka Kembali. Manajemen Ungkap Alasannya.!!

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:35 WITA

Dua Pekan SPBU Sulamu ‘Mati Suri’, Rakyat Menjerit.!!! Harga Eceran Tembus 20 Ribu

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:11 WITA

Perdana di Sulamu! Siswa SDN Pitay Sumringah Terima MBG.!

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:28 WITA

Komisi II DPR RI Tegaskan Larangan Pemberhentian PPPK, Perjuangkan Status PNS, dan Penuh Waktu

Berita Terbaru