“Percakapan itu saya sampaikan di grup WA Kabupaten Kupang Update untuk meminta agar polemik dihentikan. Banyak pendeta yang sudah takut, bingung, dan bahkan malu karena pemberitaan yang terkesan menyudutkan. Itu bukan pernyataan resmi untuk media,” jelasnya.
Menurutnya, penggunaan kutipan di luar konteks tanpa izin membuat publik keliru memahami maksud dan situasi sebenarnya.
“Pendeta Tidak Pernah Minta ‘Pasiar”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Pendeta Doddy kembali menegaskan bahwa para pendeta “tidak pernah meminta” perjalanan ke luar negeri untuk bersenang-senang.
Justru ada “mitra yang dengan tulus menawarkan kesempatan ziarah” ke tanah Alkitab sesuatu yang selama ini hanya dapat dibaca melalui Kitab Suci.
“Kalau ada mitra yang dengan baik hati memberangkatkan kami untuk ziarah ke tanah yang selama ini hanya kami baca dari Alkitab, tentu itu disyukuri. Itu pun melalui diskusi panjang, bukan asal ikut,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa keputusan untuk menerima fasilitas tersebut dilakukan sebagai “dukungan terhadap program pemerintah”, bukan inisiatif pribadi para pendeta.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















