“Efek Domino” Normalisasi Pelanggaran
Hal yang jauh lebih memprihatinkan dari fenomena ini adalah bagaimana pelanggaran hukum ini perlahan-lahan bermutasi menjadi sebuah kebiasaan kolektif. Ketika ada satu orang yang dibiarkan lolos melawan arus, pengendara lain di belakangnya akan cenderung untuk mengikuti tindakan salah tersebut.
Lama-kelamaan, tindakan yang jelas-jelas melanggar aturan ini mengalami pergeseran nilai di masyarakat dan dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Akibatnya, tidak sedikit pengendara yang akhirnya ikut-ikutan memilih melawan arus hanya karena melihat orang lain melakukan hal yang sama tanpa rasa bersalah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jalan Raya adalah Ruang Bersama, Bukan Milik Pribadi
Sengkarut ini menjadi bukti nyata bahwa persoalan keselamatan lalu lintas tidak semata-mata bergantung pada kesiapan infrastruktur fisik saja.
Jalan yang aspalnya mulus, rambu yang lengkap, hingga kehadiran petugas di lapangan akan selalu memiliki batas efektivitas apabila tidak diiringi dengan kesadaran moral dari para pengguna jalan itu sendiri.
Sebagus apa pun rekayasa lalu lintas yang dirancang oleh otoritas terkait, keselamatan berkendara akan sangat sulit terwujud apabila aturan hanya dipatuhi saat ada petugas yang mengawasi di tempat.
Melawan arus bukan sekadar pelanggaran administratif terhadap rambu lalu lintas. Perilaku ugal-ugalan ini merupakan bentuk nyata dari pengabaian dan perampasan hak pengguna jalan lain untuk berkendara dengan aman.
Waktu yang mungkin hanya dapat dihemat beberapa menit sama sekali tidak sebanding dengan risiko fatal yang harus ditanggung apabila kecelakaan benar-benar terjadi.
Membangun budaya tertib lalu lintas tidak akan pernah cukup jika hanya mengandalkan penegakan hukum yang bersifat represif. Dibutuhkan kesadaran bersama bahwa setiap keputusan yang kita ambil di atas aspal selalu berdampak langsung pada keselamatan orang lain. Kita semua harus sepakat bahwa jalan raya adalah ruang bersama.
Oleh sebab itu, keselamatan di dalamnya hanya dapat terwujud jika setiap pengguna jalan mau memiliki kedewasaan untuk memulai dari dirinya sendiri dengan memilih tetap berada di jalur yang benar.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















