Fenomena Lawan Arus: Ketika Pelanggaran Maut Dinormalisasi Menjadi “Rutinitas”

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Him Mone Editor : Redaksi Dibaca 49 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ironisnya, pelanggaran ini tetap subur dan terus terjadi meskipun berbagai upaya nyata telah dilakukan demi menciptakan lalu lintas yang lebih tertib.

Petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan secara rutin telah diturunkan untuk melakukan pengaturan di lapangan.

Berbagai sarana pendukung keselamatan jalan pun telah dipasang secara masif, mulai dari water barrier, traffic cone, pagar pembatas, marka jalan, hingga rambu larangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, semua upaya fisik tersebut nyatanya masih belum sepenuhnya mampu menghentikan syahwat sebagian pengendara yang tetap memilih mengambil jalan pintas dengan melawan arus.

Alasan Klasik yang Mengorbankan Hak Publik

Ketika ditelusuri, alasan yang sering kali terlontar dari para pelanggar ini terdengar sangat sederhana dan klise:

  • Tidak ingin memutar jalan terlalu jauh.
  • Sedang mengejar waktu.
  • Sekadar ingin lebih cepat sampai ke tujuan.

Adanya rasa percaya diri berlebih karena merasa sudah hafal kondisi jalan, sehingga yakin dapat menghindari kendaraan dari arah berlawanan.

Keputusan yang tampak sepele dan egois ini sebenarnya membawa konsekuensi yang sangat besar. Perlu dipahami bahwa jalan raya dirancang sedemikian rupa agar setiap pengguna jalan dapat memprediksi arah datangnya kendaraan lain secara aman.

Ketika ada kendaraan yang tiba-tiba muncul dari arah yang tidak semestinya, ruang bagi pengendara lain untuk bereaksi menjadi jauh lebih sempit, dan secara otomatis potensi kecelakaan akan meningkat tajam. 

Baca Juga :  Gebyar Keselamatan 2024. Kolaborasi Jasa Raharja Dan Kakorlantas Polri Gaungkan Aman Berkendara

Berita Terkait

16 Besar LLMC III: Tunas Muda Hancurkan PS Kabupaten Kupang. Skor Mencolok 10-2!
Bintang Amarasi Mengamuk! Nelson Nenobais Hancurkan Pertahanan PS Kabupaten Kupang Lewat 3 Gol
Kecelakaan Maut Minibus vs Truk Fuso di Tol Terpeka: 6 Meninggal Dunia, Jasa Raharja Bergerak Cepat Berikan Santunan
Hadapi Tantangan Ekonomi 2027, Jasa Raharja Perkuat Strategi Keberlanjutan Bisnis melalui Economic Insights
Ukir Sejarah Baru! PS Kabupaten Kupang Siap Ladeni ‘Galaksi Bintang’ Tunas Muda di Babak 16 Besar LLMC III
Skuad Pincang, Mental Baja: PS Kabupaten Kupang Amankan Tiket 16 Besar LLMC III
Menelusuri ‘Kebocoran’ PAD Baumata: Kemana Aliran Retribusi Tangki Air dan Aset Desa Selama Ini?
Rp22,5 Juta Untuk Bantuan Babi: Jurus Pemkel Oenesu Dorong Peningkatan Ekonomi Warga

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp AtlasNews.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:08 WITA

16 Besar LLMC III: Tunas Muda Hancurkan PS Kabupaten Kupang. Skor Mencolok 10-2!

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:59 WITA

Bintang Amarasi Mengamuk! Nelson Nenobais Hancurkan Pertahanan PS Kabupaten Kupang Lewat 3 Gol

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:10 WITA

Kecelakaan Maut Minibus vs Truk Fuso di Tol Terpeka: 6 Meninggal Dunia, Jasa Raharja Bergerak Cepat Berikan Santunan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Hadapi Tantangan Ekonomi 2027, Jasa Raharja Perkuat Strategi Keberlanjutan Bisnis melalui Economic Insights

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Ukir Sejarah Baru! PS Kabupaten Kupang Siap Ladeni ‘Galaksi Bintang’ Tunas Muda di Babak 16 Besar LLMC III

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:57 WITA

Menelusuri ‘Kebocoran’ PAD Baumata: Kemana Aliran Retribusi Tangki Air dan Aset Desa Selama Ini?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:47 WITA

Rp22,5 Juta Untuk Bantuan Babi: Jurus Pemkel Oenesu Dorong Peningkatan Ekonomi Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:08 WITA

Sasar SPBU Matahari, Tim Pembina Samsat Sumba Timur Awasi BBM Bersubsidi dan Edukasi Pajak Kendaraan

Berita Terbaru