“Penarikan pipanya kita mulai dari sumber mata air Oe’Koo ke pemukiman warga di dusun 2 dan 3. Selain itu akan teruskan juga ke lokasi kebun warga guna mendukung produktivitas petani” ujarnya.
Kepala Desa Lifuleo mengatakan saat ini tengah merancang tata kelola penerimaan iuran dan setoran aktif pengguna air bersih dengan melibatkan BUMDes yang telah ada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal itu untuk menjamin ketersediaan jangka panjang dan untuk menggelar berbagai perawatan saat jaringan Pipanisasi telah terpasang baik.
Ketua TPK fisik Desa Lifuleo, Yakob Tomasuy yang dikonfirmasi terpisah mengatakan penyediaan jaringan perpipaan yang dilakukan merupakan langkah Kepala Desa untuk mendekatkan akses layanan air bersih ke seluruh wilayah Desa yang dimulai dari dusun 2 dan 3.

Dirinya menyebut, rencana penyediaan air bersih sebagai kebutuhan dasar warga Desa telah dilakukan sejak tahun 2024 dengan membangun jaringan perpipaan di Dusun 1 Nefo dan Dusun 4 Panaf.
“Tahun lalu kita sudah bangun di Dusun 1 dan 4, tahun ini kita bangun di Tuadale untuk akomodir akses air bersih di Dusun 2 dan 3. Ini adalah keinginan Kepala Desa yang memastikan warga bisa menikmati air bersih yang selama ini sulit dirasakan”, pungkasnya.
Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















