“Setiap ada kebutuhan tenaga kerja, pihak perusahaan selalu berkoordinasi dan menyampaikannya kepada pemerintah desa. Ini sesuai dengan kesepakatan awal bahwa perekrutan tenaga kerja diprioritaskan untuk warga lokal,” tambahnya.
Mengenai kontribusi langsung terhadap PADes, Marten mengakui saat ini belum ada setoran resmi ke desa. Namun, ia optimistis seiring berjalannya waktu dan perubahan regulasi pengelolaan perusahaan, peluang kerja sama antara pemerintah daerah, desa, dan pihak pabrik akan makin terbuka lebar.
Sebagai pembina wilayah, Pemerintah Desa Oebelo siap mendukung penuh instruksi pemerintah kabupaten dalam memperluas jangkauan pemasaran produk “Kupang Emas”, baik di kios-kios lokal, minimarket, supermarket, hingga pemenuhan kebutuhan masyarakat luas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sisi lain, Marten menepis kekhawatiran bahwa hadirnya pabrik skala besar akan mematikan usaha petambak garam tradisional.
Ia mengaku telah berdiskusi langsung dengan pihak manajemen pabrik untuk merumuskan strategi pendampingan agar usaha garam milik warga tetap berjalan dan saling melengkapi.
“Kami sudah berdiskusi dengan pihak pabrik. Prinsipnya, kehadiran pabrik tidak boleh mematikan pengusaha atau petambak garam yang ada di desa. Harus ada strategi bersama agar usaha warga tetap tumbuh bersisian dengan operasional pabrik,” tegas Marten menutup keterangannya.
Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















