Kedua, Pemerintah Pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan dan desa harus berupaya maksimal untuk mewujudkan swasembada pangan; bawang merah, bawang putih, jagung dalam 1, 2 tahun ke depan, melalui pengembangan benih, dan penggunaan teknologi pertanian yang tepat.
Ketiga, Rantai distribusi minyak kita yang terlalu panjang harus segera diperpendek, melalui Bulog sehingga harganya tidak melonjak dan membebani masyarakat.
Keempat, Pemerintah Provinsi bersama-sama dengan seluruh kabupaten/kota segera melakukan gerakan tanam serentak sebagai salah satu bentuk upaya nyata untuk mencapai swasembada pangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kelima, Bulog akan ditransformasikan sebagai offtaker yang segera membeli semua produk pertanian di saat pasar tidak menyerapnya.
Merujuk pada poin-poin arahan Presiden di atas, Ia menghimbau seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung arahan tersebut melalui program dan kegiatan pembangunan guna memecahkan berbagai masalah seperti kemiskinan ekstrem, kemiskinan, stunting, kekeringan dan lain-lain, sesuai potensi dan keunikan masing-masing Kab./Kota.

“Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, mari kita terus berupaya mengendalikan inflasi daerah sehingga bahan-bahan kebutuhan hidup tetap tersedia dan terjangkau dengan baik, menjaga keseimbangan dalam tata kelola perekonomian agar produksi, distribusi dan konsumsi kita berada dalam kondisi stabil dan dapat berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional”, ujarnya.
“Juga terus tumbuhkan spirit optimisme dan antusiasme yang tinggi dalam mengendalikan inflasi daerah dan membangun perekonomian provinsi tercinta ini untuk mewujudkan common good”, Tutup Andriko. (*/tim)
Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe

















